DPD KNTI Memaparkan Dan Menunggu Kebijakan Menteri KKP Tentang Permen 58 – 59, Walikota Medan Mengamini

oleh -215.489 views
Walikota Medan

IDUL FITRI

Belawan I Realitas – Walikota Medan lakukan kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan untuk melihat langsung situasi, kondisi dan informasi tentang nelayan serta alat tangkap yang digunakan mereka pada Selasa, (13/04/2021) di Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Hal ini berdasarkan banyaknya laporan pengaduan masyarakat dan viralnya pemberitaan mengenai keberadaan kapal ikan menggunakan alat tangkap pukat trawl yang jelas-jelas dilarang oleh pemerintah sesuai dengan undang-undang serta adanya pembiaran oleh aparatur penegak hukum.

“Masalah peraturan serta penertiban tugasnya Kementrian Kelautan dan Perikanan, Pemko Medan hanya melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap para nelayan melalui program yang telah ditentukan atau program dianggap perlu dengan alasan kebutuhan untuk nelayan”, ucap Walikota Medan, M. Boby Afif Nasution.

BACA JUGA :   Polda Aceh Kembali Salurkan Bansos di Sejumlah Titik

“DPC HNSI Kota Medan sangat mengapresiasi atas kedatangan Walikota Medan ke PPSB Jalan Gabion Belawan, semoga kunjungan ini berdampak besar bagi nelayan dan masyarakat untuk kedepannya”, ujar Ketua DPC HNSI Kota Medan, Abdul Rahman yang akrab dipanggil Atan.

Ketua DPD KNTI Kota Medan, M. Isa Al Basir ketika dikonfirmasi oleh awak Media Realitas.com mengatakan, kedatangan Walikota Medan ke PPSB Jalan Gabion Belawan untuk memenuhi janji beliau kepada para mahasiswa yang melakukan aksi demo ke Kantor Walikota Medan.

BACA JUGA :   Panglima TNI : Tekan Kasus Covid-19, TNI Gunakan Tracer Digital dan Lapangan

“Sebelumnya saya diundang Kadis Perikanan Kota Medan terkait kedatangan Walikota Medan Ke PPSB Jalan Gabion Belawan untuk melihat langsung permasalahan nelayan di Sumut khususnya Kota Medan”, Terangnya.

“Dalam hal ini saya sudah sampaikan kepada Walikota Medan dan seluruh nelayan yang hadir dilokasi pertemuan, kita masih menunggu kebijakan Menteri KKP mengenai Permen 58 dan 59 yang mengatur tentang alat tangkap, kalaulah kebijakannya merugikan nelayan modern, mereka harus stop serta tidak beroperasi kembali “, Tegasnya.

Mahasiswa selaku anak bangsa dan kaum intlektual yang menjadi generasi penerus harusnya memperjuangankan nasib masyarakat berpenghasilan dari nelayan serta kesejahtraan keluarganya, agar kedepan anak-anak nelayan dapat berbuat untuk kemajuan nelayan khususnya nelayan tradisional (skala kecil).

BACA JUGA :   Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara di Kasus Suap Bansos Corona

“Saya berpesan kepada adik-adik Mahasiswa kalau berbicara tentang nasib nelayan harusnya bicarakan juga mengenai pendapatan nelayan, asuransi, pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak nelayan”, tutup M. Isa Al Basir

Walikota Medan langsung mengamini yang disampaikan Ketua DPD KNTI Kota Medan dan selanjutnya Walikota Medan beranjak dari lokasi menuju Kelurahan Pulau Sicanang untuk memberikan bantuan bagi korban kebakaran. (Win)

UPDATE CORONA