Dilaporkan Oleh Kades UU ITE, Isma Kaira Harus Mendekam di Penjara KLS IIB Lhoksukon, Berasama Bayi Nya

oleh -280.489 views
Dilaporkan

IDUL FITRI

Lhoksukon I Realitas – Dilaporkan Oleh Kepala Desa, UU ITE Akhirnya Isma Kaira Harus mendekam Dalam Penjara KLS IIB Lhoksukon, Berasama Bayi nya.

Isma Khaira (32) beserta bayinya berusia 6 bulan, sudah 6 hari menjadi Warga Binaan Lapas kelas II B Lhoksukon, Aceh Utara, akibat terjerat dengan UU ITE yang dilaporkan oleh oknum kepala Desanya sendiri.

REALITAS TV

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Lhoksukom Nomor: 277/Pid.Sis/2020/PN Lsk tanggal 10 November 2020 Isma Khaira dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana UU ITE Pencemaran Nama Baik dan di jatuhi hukuman 3 bulan penjara di potong masa tahanan yang sudah di jalani.

Tepatnya pada tanggal 19 Februari 2021 Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Lhoksukon melakukan eksekusi putusan terhadap Isma Khaira.

Sementara itu, Kalapas Kelas II B Lhoksukon Aceh Utara Bapak Yusnaidi, S.H, M.Si, Selasa (2/3/2021) menjelaskan bahwa perkara Isma Khaira sudah Inkrah dari Pengadilan Negeri Lhoksukon, dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, terkait adanya bayi, aturan memperbolehkan membawa bayi dan Lapas memberikan pelayanan khusus, mengontrol kondisi bayi dan selalu dalam pantauan untuk bayinya Isma Khaira selama menjalani sisa hukuman. katanya.

BACA JUGA :   Parkir Non Tunai Akan Diberlakukan, Radinal : Masih Dalam Tahap Sosialisasi

Fauzi Mustafa selaku suami Isma Khaira mengungkapkan kepada Media Realitas bahwa dirinya sangat mengharapkan ada kebijakan dari Pemerintah terkait permasalahan yang sedang dialami istri dan bayinya, saat ini untuk kondisi ke 3 orang anaknya terus mempertanyakan kapan bisa berkumpul dengan sang ibu, ujranya.

Sebelumnya diberitakan media ini. Sabtu pagi (4/4/2020).

Ketua YARA Lhokseumawe Sayangkan Arogansi Oknum Geuchik Lhok Puuk – Aceh Utara.

Video arogansi oknum geuchik yang terekam kamera warga yang melakukan penyerangan serta dengan kata-kata cacian yang dilontarkan oleh oknum geuchik tersebut kepada salah satu warga Desa Lhok Puuk Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, sungguh sangat disayangkan hal ini terjadi.

Video ini sampai ke kami, dan warga tersebut meminta untuk didampingi dan sangat disayangkan ini nyata terjadi, kata Rizal Saputra,.SH Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe, kepada Media ini Sabtu pagi (4/4/2020) di Lhokseumawe.

Sudah dilakukan investigasi dan nyata terjadi arogansi oknum geuchik TB tersebut, dan kami mengalami sendiri arogansi tersebut, dimana kami berupaya memediasikan permasalahan tersebut kepada Tgk Muzakir selaku Tuha Peut Desa Lhok Puuk, belakangan datang oknum geuchik tersebut dan dengan sikap arogansinya, nada tinggi serta melarang kami untuk ikut campur terhadap permasalahan yang ada, kata Rizal, seperti dikutip keterangan dari warga Desa itu.

Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe tersebut menjelaskan bahwa dasar permasalahan adalah tentang batas tanah warga yang tidak kunjung diselesaikan.

sehingga Hasyim Ali selaku warga terkait permasalahan tersebut mempertanyakannya pada Kamis 2 April 2020, namun sekira jam 13.30 di hari yang sama.

oknum geuchik tersebut tidak terima dengan hal tersebut hingga pada akhirnya mendatangi rumah Hasyim Ali, melakukan penyerangan dan memaki didalam perkarangan rumah Hasyim Ali, dan tindakan oknum geuchik ini dilerai oleh warga sekitar. (terlihat dalam rekaman video warga).

Menurut Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 5 tahun 2003 tentang Pemerintahan Gampong Dalam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bagian kedua pasal 12 dan 14, tugas dan fungsi Geuchik salah satunya adalah memelihara ketentraman dan ketertiban serta mencegah munculnya perbuatan maksiat dalam masyarakat, dan sekarang silahkan masyarakat menilai sendiri dan besar harapan hal serupa janganlah dilakukan oleh pejabat yang seharusnya memelihara ketertiban, ungkap Rizal Saputra.

Sampai berita ini ditayangkan Geusyik Lhok Puuk belum mendapatkan keterangan resmi, nomor kontak yang dihubungi Media ini milik Geusyik Gampung itu tidak tersambung. (*)

UPDATE CORONA