Sekda Aceh: Vaksin Terhambat Karena Ada Disinformasi

oleh -132.489 views
Sekda

IDUL FITRI

Meulaboh | Realitas – Sekda Aceh Vaksin Terhambat Karena Ada Disinformasi.

Sekda Propinsi Aceh, dr,H Taqwallah, M.Kes, mengatakan. Sejak vaksinasi pertama di mulai pada tanggal 10 Februari lalu, jumlah tenaga kesehatan yang sudah di vaksin masih kurang dari 8 persen.

REALITAS TV

Menurutnya, hal itu dia lihat dari progress suntik vaksin di 5 Kabupaten/kota di Aceh, seharusnya vaksinasi terhadap Nakes sudah selesai pada tanggal 10 Februari lalu. Namun karena adanya kelalailan dan disinformasi tentang vaksin covid-19 sehingga jadi terlambat, katanya saat berkunjung ke Meulaboh, Sabtu (13/2/2021).

BACA JUGA :   Operasi Yustisi Jaring 14 Warga Pelanggar Prokes

“Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan harus dipercepat, sebab hingga hari ke 10 sejak dimulainya penyuntikan vaksin pertama dilakukan, jumlah tenaga kesehatan yang sudah di vaksin masih kurang dari 8 persen” ungkapnya.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Bandar Lain Terkait Pesta Sabu Saat Family Gathering di Puncak

Lebih lanjut, Taqwallah menyebutkan, seharusnya pada tanggal 10 Februari 2021 vaksinasi kepada tenaga kesehatan sudah selesai. Namun karena adanya kelalaian dan disinformasi tentang vaksin covid-19 ini yang membuat proses vaksinasi tahap pertama menjadi terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan, sebutnya.

Setda meminta prosedur pelaksanaan vaksinasi harus dipermudah dan di sederhanakan untuk mempercepat proses vaksinasi, supaya penyuntikkan terhadap tenaga kesehatan bisa selesai tepat waktu.

BACA JUGA :   Masyarakat Belawan Krisis Kepercayaan Kinerja Aparat Keamanan

Taqwallah menyampaikan bahwa sebenarnya tenaga kesehatan mempunyai hak istemewa dalam menerima vaksinasi ini karena mereka mendapat kesempatan lebih dulu dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Oleh sebab itu, jangan ada lagi tenaga kesehatan yang menolak untuk di vaksin lanjutnya. (Wawan)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas