Dr Darwis Anatami, SH,.MH, Advokat Kasus Meninggal SH di RSU CND Walaupun di Tempuh Perdamaian Bukan Berarti Hilang Tindak Pidana, Polisi Sudah Periksa 17 Orang Saksi

oleh -26.201 views
Kansultan Hukum. Dr Darwis Anatami, SH,.MH,

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Dr Darwis Anatami, SH,.MH, Advokat Kasus Meninggal SH di RSU CND Walaupun di tempuh Perdamaian Bukan Berarti Hilang Tindak Pidana, Polisi Sudah Periksa 17 Orang Saksi.

Ini kasus besar persualan meninnggalnya ibu muda di RSU Cut Nyak Dien walaupun dilakukan perdamian tapi tidak menggugurkan delik pidananya sesuai dengan azas hukum pidana, ujar Dr Darwis Anatami, kepada Media ini Kamis sore (09/04/2020).

Perdamaian yang dilakukan tidak dapat menjadi alasan penghapusan hak penuntutan / penyiadaan penuntutan atas kejadian tersebut sebagai mana diatur Bab -8 (pasal 76- sampai pasal 85 KUHP).

Sesuai sudah di atur dalam KUHP, dan tidak mungkin kasus ini dapat dihilangkan begitu saya oleh penyidik di Polres Langsa, kita meng apresisasi pihak Polres Langsa yang sudah melakukan penyidikan secara sungguh- sungguh dan sudah memanggil saksi saksa sampai hari ini sudah mencapai 17 orang termasuk dr RA, ujar Darwis yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsam Langsa

Kasus ini pasti sampai kepengadilan. Silakan aja pihak keluarga melakukan lobi kepada keluarga Korban itu hak tersangka, tapi harus kita ketahui semua persualan hukum ada diatur dalam Undan – Undang, ujar nya Darwis

AKBP Giyarto Tim Penyidik Reskrim Polres Langsa Periksa 17 Orang Saksi Kasus Ibu Muda Meninggal di RSU CND Pasti Sampai Ke Pengadilan.

Ke 17 orang saksi sudah dilakukan pemeriksaan secara merathon oleh tim penyidik termasuk dr RA, dan hari ini Rabu (08/04/2020) satu orang dr IGD dan 3 orang perawat.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto.,SH.,SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukma Wibowo.,SIK kepada media Realitas.com, di ruang kerjanya Rabu (08/04/2020), menyebutkan sampai hari ini sudah diperiksa oleh tim penyidik sudah 17 orang.

Sedangkan suami korban dan tim lain nya yang ikut terlibat dalam kasus kematian Ibu muda sudah kita periksa sebelumnya, ujar Arief.

Kita sudah melakukan pemeriksan 17 orang yang mengetahui kasus ini mulai dari Anestesi dr Anestesi, Penanggungjawab Rekap medik, asisten Anestesi, Bidan yang melakukan sebelum Curex, Perawat yang mengecek tensi Curex, Perawat yang mendampingi dr RA membuka Vagina, adik kandung korban yang melihat yang di USG, kakak Ipar Korban yang menunggu saat pasca operasi, Bidan yang mengecek tensi korban yang melakukan pasca operasi, Bidan yang melakukan (Laminaria) pada korban, Piket perawat pasca operasi, Perawat lantai 1 yang menghubungi dr RA pasca operasi dan hari ini ada 4 orang, 1 dr IGD dan 3 perawat sampai sekarang masih dilalukan pemeriksaan, ujar Arief.

Lebih lanjut Arief juga menyebutkan sampai hari ini 17 orang bisa jadi besok bertambah sampai kasus ini kita limpahkan keke Jaksaan, ujar nyalagi Arief

Masyarakat, Wartawan, LSM bisa pantau kasus ini terus dan polisi tidak akan main main dengan kasus ini sampai kepengadilan, ujar nyalang Arief.

Seteleah selesai pemeriksan sebelum kita limpahkan kepada penuntut umum kita juga akan melakukan gelar perkara dan juga kita hadirkan tim ahli agar nanti BAP yang kita serahkan ke Jaksa benar benar lengkap.

Ketika Wartawan menanyakan berapa orang akan jadi tersangka Arief, juga menyebutkan nanti la pasti ada kalau nanti sudah P21 apakah tersangka ditahan terus di kepolisian, Arief sedikit tersenyum namun jawaban nya ya kalau sudah cukup unsur nya pasti di tahan.

Yang pasti kasus kematiah SH (26) tahun yang dilaporkan oleh suaminya sampai kepengadilan juga saksi bisa bertambah dari 17 orang termasuk dr RA, tutup Arief.

Untuk mengingatkan pembaca media ini, seorang pasien Curex pasca keguguran dengan usia kehamilan 1 bulan, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Cut Nyak Dien Langsa, setelah sebuah benda yang menjadi bagian dari alat untuk operasi, tertinggal di dalam rahim pasien, sehingga pasien yang di tangani oleh dr RA minggal dunia

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu, Rabu (25/3/2020), melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sementara, jenazah pasien dibawa ke RSUD Langsa untuk di otopsi. (H A Muthallib)