8419 KALI DIBACA

Heboh Warga Temukan Ikan Mati Berisi Kepingan Batu Hitam di Aceh

Heboh Warga Temukan Ikan Mati Berisi Kepingan Batu Hitam di Aceh
example banner

Banda Aceh I Realitas – Sebuah video memperlihatkan seekor ikan buntal mati yang kemudian dibelah dan ditemukan kepingan batu berwarna hitam dalam tubuhnya bikin heboh warga Aceh. Diduga, kepingan batu itu merupakan batu bara yang sempat tumpah di laut sekitar. 

Dalam video tersebut, seorang warga tampak membelah bagian tubuh ikan buntal menggunakan pisau. Setelah selesai, dia memasukkan jarinya dan menemukan beberapa benda yang disebut sebagai batu bara.

“Ini batu bara ini. Yang ini lebih gede ukurannya. Jelas ya,” kata pria dalam video

Video itu disebut diambil di kawasan Pantai Lhoknga, Aceh Besar, Aceh. Sebelum perut dibelah, ikan buntal ini ditemukan mati di pinggir pantai.

Seorang warga Lhoknga, Aceh Besar, Muhammad Yulfan, mengaku sudah melihat video itu. Dia menduga batu bara dalam perut ikan yang ditemukan mati di Lhoknga itu muncul berasal dari tumpahan batu bara yang terjadi tahun lalu.

“Matinya ikan ini sudah menjadi indikator bahwa kerusakan ekosistem di laut Lhoknga yang disebabkan oleh tumpahan batu bara sudah parah,” kata Yulfan, Rabu (7/11/2019).

Dia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serius menangani tumpahan batubara tersebut. Kerusakan lingkungan yang terjadi, menurutnya, harus segera diperbaiki.

“Ini kasus emergency harus ada penanganan khusus. Intinya harus membersihkan dan memperbaiki kerusakan yang timbul,” jelasnya.

Tumpahan batubara di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, terjadi pada Juli 2018 lalu. Kala itu, sebuah kapal yang mengangkut batu bara terbelah akibat diterjang badai dan menyebabkan batu bara tumpah ke laut. Pihak perusahaan terkait mengatakan sudah membersihkan pantai usai kejadian.

“Pembersihan tumpahan batu bara akibat kapal tongkang pembawa batu bara yang karam karena terbawa arus saat cuaca buruk pada bulan Juli tahun 2018, telah dilakukan di area bibir pantai hingga kedalaman dua meter,” kata Communications & Event Specialist PT SBA Faraby Azwany dalam keterangan kepada wartawan.

Menurut Faraby, pembersihan dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan dipimpin langsung oleh Panglima Laot Lampuuk. Berdasarkan hasil diskusi seluruh tim yang terlibat, pembersihan tumpahan batu bara dilakukan dalam dua tahapan.

Pada 26 Juni 2019, pernah dilakukan peninjauan terkait proses pembersihan yang sudah dilakukan. Metode pembersihan tahap selanjutnya juga sudah dibahas.

“Pembersihan akan dilakukan dalam waktu dekat sesuai mekanisme dan teknis pelaksanaan yang disepakati. Jadwal sosialisasi pembersihan tahap dua akan dilakukan pada tanggal 14 November 2019 kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat di bawah koordinasi DLHK Provinsi Aceh,” jelas Faraby.(Dtc/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS