19819 KALI DIBACA

Sri Lanka Buru 140 Simpatisan ISIS Terkait Bom Paskah

Sri Lanka Buru 140 Simpatisan ISIS Terkait Bom Paskah
Kepolisian Sri Lanka tengah memburu 140 orang yang diyakini memiliki hubungan dengan ISIS dan terkait serangan bom beruntun di Hari Paskah pada Ahad lalu
example banner

Sri Lanka | Realitas – Kepolisian Sri Lanka tengah memburu 140 orang yang diyakini memiliki hubungan dengan kelompok militan ISIS dan terkait serangan bom beruntun di Hari Paskah pada Ahad lalu.

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, mengatakan bahwa para anak muda itu diyakini terlibat dalam jaringan ISIS sejak 2013.

Dalam kesempatan itu, Sirisena juga mengonfirmasi bahwa salah satu dalang di balik rangkaian serangan ini, Zahran Hashim, tewas saat meledakkan bom di Hotel Shangri-La.

“Badan intelijen mengatakan kepada saya bahwa Zahran tewas dalam serangan di Shangri-La,” ujar Sirisena sebagaimana dilansir AFP.

Menurut Sirisena, saat menjalankan aksi itu, Zahran ditemani pengebom lainnya yang teridentifikasi bernama “Ilham.”

Zahran saat ini menjadi isu hangat setelah ISIS merilis video yang menunjukkan pria itu sedang mengucap sumpah setia kepada pemimpin kelompok militan tersebut, Abu Bakr al-Baghdadi.

“Kami bersumpah setia dan akan mematuhi dia dalam segala kondisi, suka maupun duka,” ucap Zahran bersama tujuh pria lainnya dalam video yang diunggah di media propaganda ISIS, Amaq.

Berdasarkan sejumlah informasi intelijen yang diterima Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremeshinghe, Zahran adalah seorang pemuka agama Islam berbahasa Tamil dari timur negara tersebut.

Nama Zahran tak asing lagi bagi intelijen dan beberapa pemimpin umat Muslim di Sri Lanka. Ia dikenal sebagai tokoh dengan pandangan ekstrem.

Para pemimpin dari tiga kelompok Muslim besar di Sri Lanka mengaku sudah mengadakan berbagai pertemuan dengan pejabat intelijen dan pertahanan untuk mewaspadai keyakinan radikal Zahran. Namun, peringatan itu diabaikan.

Menteri Pertahanan Sri Lanka, Hemsiri Fernanado, juga dilaporkan sudah mengantongi informasi mengenai ancaman serangan bom besar-besaran pada Hari Paskah sejak sepuluh hari sebelum tragedi tersebut terjadi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Lakshman Kiriella, mengatakan bahwa laporan ancaman serangan teror di sejumlah gereja dan hotel itu diterima dari intelijen India pada 4 April lalu.

Tiga hari kemudian, Sirisena menggelar rapat Dewan Keamanan mengenai ancaman tersebut.

Namun, kata Kiriella, informasi itu justru tidak disebarkan ke pejabat lain.

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe sendiri mengaku tak pernah diajak mengikuti rapat penting tersebut.

Informasi itu kemudian menyebar di kalangan aparat keamanan pada 11 April, tapi tidak disikapi secara serius.

Wickremesinghe pun menuding ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan informasi peringatan ancaman serangan oleh kelompok Zahran.

“Seseorang sengaja mengendalikan informasi ini. Dewan Keamanan sudah bermain politik, ini harus diusut,” kata Kiriella. (cnn/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS