Pidie Jaya | Realitas – Pengambilan sumpah dan pelantikan Geuchik susulan terpilih periode tahun 2019-2025, serta pemberhentian pejabat Geuchik dalam Kabupaten Pidie Jaya, yang bertempatan di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, Komplek Perkantoran Cot Trieng, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (28/02/2019) dengan dihadiri peserta 50 orang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wakil Bupati Pidie Jaya, H. Said Mulyadi, SE, MSi, Sekda Pemkab Pidie Jaya, Drs. H. Abdul Rahman, SE, MM, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pidie Jaya, M. Syakur, M.Pd, Kabag Pemerintahan Pemkab Pidie Jaya, Muslem Alkadri, SSTP, para Camat Seluruh Kabupaten Pidie Jaya, para Imum Mukim Gampong yang Geuchiknya dilakukan Pelantikan, para Geuchik yang dilantik susulan Seluruh Kabupaten Pidie Jaya, para tokoh masyarakat Gampong yang Geuchiknya dilakukan Pelantikan.
Pembacaan Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya oleh Staf Bagian Pemerintahan Pemkab Pidie Jaya, Hartama, SSTP dan Pelantikan, Pengambilan Sumpah Jabatan serta dilanjutkan dengan Penyematan Tanda Jabatan Geuchik oleh Wakil Bupati Pidie Jaya H. Said Mulyadi, SE, M.Si.
Setelah Sambutan, Wakil Bupati Pidie Jaya, H. Said Mulyadi, SE, MSi saat ditemui Wartawan Realitas diruang aula menjelaskan, bahwa program utama setelah pelantikan ini diharapkan dapat memberi perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Gampongnya, juga agar dapat menciptakan suasana damai, aman dan tentram di dalam masyarakat, tidak menciptakan kelompok-kelompok yang merusak suasana di dalam Gampong, ujarnya.
Waled mengucapkan selamat kepada Geuchik yang baru dilantik, semoga amanah, dapat bekerja dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, dan kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Geuchik Lama dan Pejabat Geuchik yang telah mengabdi dan bekerja dengan sangat baik selama ini sehingga sukses terselenggaranya pemilihan Geuchik dan pelaksanaan pemerintahan serta pembangunan di Gampong, tegasnya.
Lebih tegas dikatakan oleh Wakil Bupati, Geuchik sebagai simbol pemersatu masyarakat, pengayom, pembina adat, penanggung jawab aset-aset Pemerintah yang ada di wilayah Gampong masing-masing dan sebagai hakim dalam penyelesaian sengketa adat, oleh sebab itu citra dan nama baik yang sudah diukir oleh para Geuchik pendahulu kita itu, mari kita jaga dan kita perbaiki kembali, lanjutnya.
Geuchik dalam bekerja dibantu oleh perangkat dalam hal pengangkatan dan pemberhentian perangkat agar mengacu pada Perbub Pidie Jaya nomor 17 tahun 2018 tentang tata cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Gampong.
Pemerintah Gampong terdiri dari Tuha Peut sebagai mitra kerja dan Tgk Imum dalam penyelenggaraan Adat dan pelaksanaan Syariat Islam, dalam hal ini perlu kami ingatkan jangan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah di atur oleh Pemerintah RI, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, tegas lagi.
Dalam pengambilan keputusan agar berkoordinasi dengan mitra kerja dan Camat sebagai pembina Geuchik di wilayah Kecamatan, agar tidak timbul masalah hukum dikemudian hari, jangan sekali-kali mencontoh kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh Gampong yang lain, maka perlu bertanya dan berkoordinasi dengan kami baik melalui Camat, maupun Kabag Pemerintahan Pemkab Pidie Jaya.
Begitu juga dalam pengelolaan keuangan Gampong, penggunaannya harus sesuai dengan Permendagri nomor 20 tahun 2018, Permendes nomor 16 tahun 2018 dan Perbup Pidie Jaya tentang Kewenangan Gampong, jangan sekali-kali mengelola sendiri uang Gampong karena ada Kaur Keuangan yang menata usaha keuangan Gampong, jika Geuchik kedapatan menggunakan uang Gampong untuk kepentingan lain yang tidak sesuai dengan surat permintaan dan dilaporkan oleh Tuha Peut kepada Inspektorat Pemkab Pidie Jaya dan hasilnya terjadi penyimpangan dan penyelewengan, maka Geuchik dapat diberhentikan, kami berharap ini tidak terjadi di Kabupaten Pidie Jaya khususnya kepada Geuchik yang baru dilantik.
Kepada Geuchik, jalinlah media komunikasi yang baik antara Pemerintah dan masyarakat, setiap informasi dari Pemerintah sampaikan segera kepada masyarakat tanpa penambahan dan pengurangan, jangan menggergaji informasi dan jangan pula membumbui sehingga meresahkan masyarakat, begitu juga sebaliknya, tampung aspirasi masyarakat dan sampaikan kepada pihak yang berwenang.
Saya ingatkan sekali lagi kepada saudara yang telah dilantik pada hari ini, beberapa hal untuk menjadi catatan dan perhatian saudara sebagai berikut dan bekerjalah dengan jujur, penuh semangat, disiplin tinggi, tunjukkan dedikasi dan kinerja saudara serta kedepankan jalur koordinasi dan konfirmasi pada instansi terkait serta optimalisasikan semua fasilitas yang ada di Gampong secara baik dan benar, sehingga semua tugas Pemerintahan Gampong dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
Dipenutup wawancara dengan wartawan Realitas waled dengan wajah terharu mengharapkan wujudkan suasana Gampong secara bersama-sama yang lebih aman, bermartabat, saling membantu, saling mengisi dan saling mengingatkan, hindarilah tindakan dan perbuatan serta kata-kata yang membawa perselisihan, pergesekan kepentingan, permusuhan dan saling memfitnah dalam bermasyarakat, tutupnya. (Zoni Jamil/intan).



