882319 KALI DIBACA

Mutasi Pejabat Diduga Sarat Dengan KKN, Tidak Pernah Terjadi Istri Bupati Duduk Di Kursi VVIP Di Acara Pelantikan.

Mutasi Pejabat Diduga Sarat Dengan KKN, Tidak Pernah Terjadi Istri Bupati Duduk Di Kursi VVIP Di Acara Pelantikan.

Bireuen I Realitas – Prosesi pelantikan pejabat Struktural dan Fungsional, dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Senin (14/5/2018) diduga sarat ketimpangan dan berbau dengan KKN.

Mutasi besar-besaran ala Bupati yang perdana ini, ditengarai berselemak masalah.

Anehnya lagi, kegiatan sakral dalam pengukuhan jabatan tersebut, turut dihadiri ibu Bupati yang duduk di kursi VVIP Sehingga, terkesan mutasi versi keluarga besar Bupati di Kota Juang.

Berdasarkan data yang dihimpun Media Realitas, Sebanyak 273 pejabat struktural eselon II, IiI dan IV, dilantik dan diambil sumpah di aula Sekdakab Kabupaten Bireuen.

Namun, berbagai isu juga merebak, terkait dugaan skandal mutasi ini yang banyak dugaan sarat dengan kepentingan dalam lingkungan keluarga penguasa di daerah ini.

Pasalnya, sejumlah pejabat yang dilantik, termasuk keluarga dekat serta kolega Bupati Bireuen.

Adapun pejabat struktural dan fungsional itu, terdiri dari 2 orang Eselon II, 11 orang Camat, 68 Eselo III, 107 Eselon IV, 32 Kepala SMP, 45 Kepala Sekolah Dasar dan 8 kepala PAUD.

“Salah satu contohnya, pergantian Kasubbag Keuangan Bagian Umum Setdakab, Diganti oleh istri timses Saifannur, serta beberapa pejabat lain dari keluarga Bupati ini,” sebut sejumlah sumber media ini.

Ada kabar dan desas-desus, kehadiran ibu bupati Ny Hj Fauziah, sempat heboh di kalangan pekerja media saat meliput prosesi pelantikan.

Karena tidak jelas SOP protokoler, mengapa tiba-tiba istri Bupati menempati kursi VVIP.

Pasalnya peristiwa ini tidak lazim dalam pelantikan pejabat daerah yang harus didatangkan istri seorang Bupati ujar kalangan pejabat Bireuen.

Sejumlah awak media mengkonfirmasi kondisi ini ke Wakil Bupati, DR Muzakkar A Gani usai pelantikan.

Saat ditemui wartawan dekat pintu masuk Pendopo, Wabup mengaku itu dilakukan sebagai penghormatan kepada Ketua Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bireuen.

“Ibu Bupati cuma menghadiri, karena tidak mungkin duduk di belakang kami, Maka beliau duduk di kursi depan,” ungkap Muzakkar. (M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS