Aceh Timur | MEDIAREALITAS – Akibat jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah ditabrak mobil Avanza yang menghindari jalan rusak di Kabupaten Aceh Timur.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Timur Iptu Eko Suhendro di Aceh Timur, Kamis, mengatakan korban bernama Muslim (35) warga Gampong Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
“Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di jalan Medan-Banda Aceh, di Gampong Baro, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur,” kata eko.
Insiden maut tersebut terjadi pada Kamis 18 Juli 2024 sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu, mini bus Avanza dikemudikan Hidayat (21) warga Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, melaju dari arah barat (Banda Aceh menuju Medan).
Setibanya di lokasi kejadian, Hidayat menghindari jalan berlubang, sehingga mobil dikemudikannya melebar ke kanan jalan. Namun, saat bersamaan dari arah berlawanan muncul dua sepeda motor, sepeda motor tersebut dikendarai Muslim dan Harianto (27), warga Gampong Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Dikarenakan jarak kendaraan terlalu dekat, Hidayat yang sang pengendara mobil tidak bisa mengendalikan laju mobilnya sehingga menabrak kedua pengendara sepeda motor tersebut. Sedangkan mobil yang dikendarai oleh Hidayat oleng dan terguling ke kanan jalan.
Tabrakan tersebut menyebabkan Muslim yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Harianto mengalami luka ringan.
“Kecelakaan tersebut ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Aceh Timur, guna proses penyelidikan lebih lanjut. Kendaraan yang terlibat tabrakan sudah diamankan,” kata Eko Suhendro.
Bahtiar, salaku warga setempat, mengatakan “kerusakan jalan tersebut sangat mengganggu pengguna jalan. Di saat hujan, ada genangan air yang menutupi badan jalan yang telah dikeruk dengan jarak belasan meter.” Ujar Bahtiar
“Sedangkan ketika terik matahari menyengat badan jalan yang dikeruk tadi mengering, dan debu-debu jalan beterbangan saat dilintasi kendaraan hingga menyerupai kabut,” Ujarnya lagi.
Selain itu, debu kendaraan terkadang mengganggu pandangan pengguna jalan. Debu jalanan juga berdampak pada pedagang di sepanjang jalan tersebut.
“Jika tidak diaspal, seharusnya tidak perlu dikeruk karena kerikil tajam dan debu mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Apalagi menyebabkan kecelakaan yang menelan korban jiwa,” tutup Bahtiar.(*)
Sumber: Ant


