Belawan | MEDIAREALITAS – Untuk kesekian kalinya rumah dan ternak milik warga menjadi korban kebakaran, pada Selasa 14 November 2023, di kawasan Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.
“Peristiwa itu terjadi, diduga akibat pencurian bahan bakar minyak (BBM), dilakukan melalui pengeboran pada jalur pipa milik PT Persero itu,” imbuh warga kepada Mediarealitas.
Menurut informasi dihimpun di lapangan, saat kejadian warga mengaku terkejut adanya asap tebal di sekitar lokasi rawa-rawa, berada tidak jauh dari pemukiman warga.
Kemudian kata warga, api dengan cepat menjalar sehingga mengenai rumah dan kandang ternak milik warga.
Kejadian itu, ungkap warga setempat, diduga akibat adanya tumpahan BBM curian atau jalur pipa dibor tersebut tidak ditutup oleh pelaku pencurian.
Sehingga membuat minyak dalam pipa keluar berserakan. “Dan saat terjadi kebakaran, api pun dengan cepatnya menjalar mengenai rumah serta kandang ternak milik warga,” ucap mereka.
Warga menjelaskan, terjadinya kebakaran itu, dugaaan kami bisa saja akibat dugaan pencurian BBM yang dilakukan melalui jalur pipa milik perusahaan negara itu.
Kata mereka, saat kejadian tersebut warga berusaha untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya agar tidak mengenai rumah warga lainnya dan menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.
Menurut mereka, mengatakan kejadian seperti ini sudah sering terjadi di kampung kami. “Namun pihak perusahaan negara itu, terkesan seperti tidak ada masalah.”
Dan kami, kata warga, juga menduga aksi pengeboran jalur pipa ini, bisa saja ada kerjasama antara oknum pelaku dengan oknum dalam perusahaan, kata mereka.
Sementara itu, Lurah Belawan Bahari Daniel Saut Saroha Simanjuntak, dihubungi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
Senada menyatakan, dugaan api itu berasal dari pipa milik perusahan negara. Selain itu, dia juga menduga adanya pelaku pencurian minyak dengan cara pengeboran, dilakukan oleh kawanan pencuri.
Dan dalam kebakaran tersebut, ungkap lurah, menyebabkan delapan unit rumah terbuat dari kayu, berikut puluhan ekor ternak babi milik, warga ludes terbakar.
“Api dapat dipadamkan sekira enam jam, hingga tujuh jam, melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Medan,” demikian Lurah Belawan Bahari, Daniel Saut Saroha.
Penulis: Erwin
Editor: DEPP











