Mantan Ketua Majelis Adat Aceh Telah Tiada

oleh -340.759 views
Mantan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), H Badruzzaman Ismail meninggal dunia

Banda Aceh | Realitas – H.Badaruzzaman Ismail, SH Mantan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), meninggal dunia, pada Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi yang diterima, Badruzzaman Ismail, meninggal dunia di kediamannya Gampong Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Kabar duka ini tersebar begitu cepat di berbagai media sosial dan sejumlah group whatsApp.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya memperluas kuburnya dan menerangi dengan berkah-Nya. “Aamiin Yarabbal Alamin dan terima kasih,”begitu antara lain tulisan pendek yang rata-rata beredar di berbagai group whatsapp tersebut.

“Pak Bad”, begitulah panggilan akarapnya, orang menyapanya sehari-hari. Dia sosok pria super aktif di berbagai organisasi pemuda sejak usia belia hingga ajal menjemputnya.

Badruzzaman sosok cukup lama menduduki Jabatan Kepala Tata Usaha (Ka.TU) di Kanwil. Depag Aceh (Sekarang Kemenag).

BACA JUGA :  Aceh Barat Tak Masuk Daftar Tambahan TKD Rp824 M, YARA Kecam Keras TAPA: “Jangan Anak Tirikan Kami!”

Dalam urusan pemberangkatan jemaah haji saban tahunnya di Aceh sejak 80-90an, hampir tidak ada yang tidak mengenalnya.Dia juga dosen tetap di IAIN (UIN), Ar-Raniry dan di Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh.

Badruzzaman ini dibesarkan oleh Prof. Ali Hasjmi mantan Gubernur Aceh, mantan Rektor IAIN, mantan Ketua Majlis Ulama Indonesia(MUI)Aceh dan mantan Ketua Lembaga Adat Aceh (LAKA).

Badruzzaman dan Alm. Ali Hajsmy merupakan pasangan tokoh partnership paling serasi. Hampir tidak ada sosok Bad setiap Ali Hasjmy menakhodai sesuatu organisasi maupun lembaga formal maupun non formal lainnya. Apalagi setiap berlangsungnya perhelaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Almarhum sering tampil di deretan baris terdepan.

BACA JUGA :  Aceh Barat Tak Masuk Daftar Tambahan TKD Rp824 M, YARA Kecam Keras TAPA: “Jangan Anak Tirikan Kami!”

Setelah mangkatnya Budayawan Ali Hasjmy, Bad langsung menjadi ketua LAKA beberapa periode, hingga LAKA itu berganti nama menjadi Majlis Adat Aceh(MAA). Bad tetap menjadi ketua abadi hingga akhir hayatnya sesuai keputusan MA, walaupun harus memimpin MAA di atas kursi roda.

Badruzzaman, SH, M.Hum ini termasuk tim lima yang ditunjuk Gubernur Abdullah Puteh untuk melahirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Aceh 2003. Tim lima itu terdiri dari Dr.T.Safir Wijaya, Dr.Raiyan Putri Muhammad Ali Muhammad, Husni Bahri TOB dan Adnan NS.

Bad juga sahabat dekat alm Haji Harun Keuchik Leumiek, si Hartawan, Sosiawan Budayawan dan Wartawan, Kolektoran Aceh tiada tara serta tokoh peduli kawan. (*)