Diduga Ada Issue Demo, Pelantikan Pj Bupati Di Aceh Mendadak Direlokasi

oleh -173.759 views
Diduga Ada Issue Demo, Pelantikan Penjabat Bupati Di Aceh Mendadak Direlokasi
Foto istimewa

Banda Aceh | Realitas – Sempat tersebar issue unjuk rasa atau demo, proses acara pelantikan dua penjabat bupati di Aceh Senin (18/7/2022), mendadak direlokasi ke tempat lain.

Warga masyarakat Aceh Jaya dan pidie sempat dilanda kekecewaan, mereka sudah datang jauh-jauh, namun tidak bisa menyaksikan acara pelantikan maupun rencana bersalaman dengan pimpinan baru mereka.

Pada undangan resmi ditandatangani Sekda Aceh dr.Taqwallah yang beredar empat hari sebelumnya dijawalkan pelantikan berlangsung di Gedung E Serbaguna pukul 16.30 Wib.Tempat ini berada di kompleks Kantor Gubernur Aceh Jalan Tgk. Daud Beureueh, Banda Aceh.

Lokasi baru pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan penjabat dua bupati di Aceh ini, akhirnya berlangsung di Anjung Monmata belakang Meukigoe Gubernur Aceh.

Di tempat baru ini Gubernur Aceh Achmad Marzuki secara serentak melantik Bupati Aceh Jaya dan Bupati Pidie, di Anjong Monmata, Banda Aceh Senin (18/7/ 2022) menjelang senja.

Adapun para bupati yang dilantik Gubernur Aceh Achmad Marzuki, yaitu Bupati Aceh Jaya, Nurdin, S.Sos, M.Si. Nurdin sebelumnya sebagai Kepala Pusat Data dan Sistim Informasi Kemendagri, menggantikan Teuku Irfan TB.

Selain ini, secara serentak di tempat yang sama, gubernur juga melantik Wahyudi Adisiswanto sebagai Bupati Pidie menggantikan Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abu Chik. Wahyudi sebelumnya Dia menjabat sebagai Direktur Perencanaan Kegiatan dan Operasional Badan Intel Negara.

Para undangan resmi maupun tidak resmi yang terlambat datang itu akhirnya duduk di bawah tenda.

Foto istimewa
Foto istimewa

Papan bunga ucapan selamat terlihat tetap terpasang di sepanjang pagar Kantor Gubernur Aceh.Begitu pun beberapa papan bunga ada yang sempat dimobilisasikan ke lokasi baru, tempat hajatan pelantikan dua pejabat tinggi tingkat kabupaten ini.

Acara pelantikan dan serahterima jabatan ini masing dihadiri Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk. Yusri Sofyan dan Wakil Bupati Pidie Fadhkullah, pimpinan dan anggota DPRK serta Forkompinda, para sebagian para kepala dinas terkait dari daerah masing-masing.

Sedikit aneh, mayoritas unsur DPRK Aceh Jaya tidak menghadiri acara, kecuali hanya beberapa pecundang saja yang sangat sibuk melayani sang bupati ini.Sepertinya beberapa oknum DPRK ini lupa pada dirinya melekat baju kehormatan sebagai unsur legislatif atau anggota dewan terhormat.

Amatan Realitas di lokasi, Bupati Nurdin kelahiran Kualabatee, Abdya, Barsela ini, banyak dikerubuti para simpatisan yang datang khusus dari kejauhan untuk menjemputnya pulang ke Calang, Aceh Jaya, dibandingkan sosok penjabat bupati pidie hanya didampingi beberapa orang saja.

Gubernur Aceh yang selalu mengunci mulut untuk diwawancara ini, pada acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Penjabat ini mengutarakan, pentingnya menjalin komunikasi sesama antar pemangku kepentingan di daerahnya agar terjalinnya kerjasama yang baik dalam menggulirkan roda pemerintahan.

Meskipun kondisi pergerakan covid 19 sudah berada pada level landai katanya, namun tetap mengamati dan mengawasi pergerakannya agar tidak meluas lagi menjadi ancaman baru lagi.Jika lengah, bisa merenggut jiwa dan mematikan roda ekonomi serta mengganggu sektor lainnya, tegas putra Palembang kelahiran Bandung 1967 ini.

Seiring telah meredanya covid, tugas kita selanjutnya memfokuskan pogramnya pada upaya pemberdayaan kembali kehidupan perekonomian masyarakat.

Sebagai penjabat bupati, senantiasi mengawasi penggunaan alokasi dana desa agar tepat guna dan tepat sasarannya.

Begitu juga dalam hal penyusunan rencana pembangunan, harus selaras dengan perencanaan program pembangunan provinsi dan nasional. (*)