Rakor TRGMD Riau, Upaya Pengembalian Ekosistem Gambut dan Mangrove

oleh -159.759 views
Rakor TRGMD Riau, Upaya Pengembalian Ekosistem Gambut dan Mangrove

Pekanbaru I Realitas – Upaya memulihkan fungsi ekosistem gambut serta rehabilitasi mangrove, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK) Provinsi Riau melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Daerah (Rakor TRGMD) Provinsi Riau.

Mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau Dr. Ir. Maamun Murod, M.H secara resmi membuka kegiatan yang dihadiri juga oleh Kapokja Restorasi Gambut wijaya Sumatera BRGM RI, Perwakilan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera KLHK, para Kepala Balai Pelaksana Teknis KLHK se Provinsi Riau, perwakilan Rektor Perguruan Tinggi, perwakilan NGO/LSM, pengiat lingkungan di Provinsi Riau, dan tamu undangan lainnya.

Dengan mengangkat tema kolaborasi para pihak sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan restorasi dan rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau, kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 15 Desember 2021 yang bertempat di salah satu hotel berbintang di kota Pekanbaru.

Dalam laporan pelaksana yang disampaikan oleh Febrian Swanda S.Hut sebagai Kabid PDASRG Dinas LHK Provinsi Riau mengatakan bahwasanya kegiatan diikuti lebih dari 110 peserta yang berasal dari perwakilan KLHK RI, BRGM RI, Akademisi, unsur OPD terkait, NGO/LSM, serta perwakilan dari Media.

“Adapun narasumber yang akan kita hadirkan yaitu dari BAPPEDALITBANG Provinsi Riau, BRGM, BPDAS dan DLHK Provinsi Riau, Winrock Internasional dan Yayasan Elang, Yayasan Hutan Biru – Blue Forest dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara,” ujar Swanda.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

Ia juga mengatakan, adapun maksud dan tujuan kegiatan tersebut yakni mensosialisasikan kegiatan restorasi gambut dan rehabilitasi gambut yang disampaikan oleh pihak pemerintah maupun NGO/LSM.

“Dan juga tujuannya, menghimpun data dan masukan dari para pihak dalam pelaksanaan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau. Kami berharap juga kedepannya, akan terwujud komitmen bersama serta saran dan masukan terkait pelaksanaan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau,” tutup Swanda.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau Dr. Ir. Maamun Murod, M.H mengatakan bahwasanya kawasan hidrologi gambut dan mangrove di Riau merupakan ekosistem terbesar di Pulau Sumatera, namun saat ini kondisinya mengalami kerusakan sangat parah.

“Sebagai gambaran, untuk kondisi ekosistem gambut saat ini sangat memprihatinkan akibat deforestasi dan kebakaran hutan, sedangkan kawasan mangrove terjadi juga deforestasi dan abrasi pantai,” ujar Kadis LHK Riau.

Akibat permasalahan tersebut menurut M. Murod, Provinsi Riau menjadi skala prioritas restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove oleh BRGM RI untuk melakukan pemulihan ekosistem tersebut.

“Secara keseluruhan, Provinsi Riau merupakan salah satu dari tiga Provinsi di Indonesia yang melaksanakan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove. Namun untuk pembagiannya, percepatan rehabilitasi mangrove juga dilakukan di sembilan Provinsi di Indonesia, dan restorasi gambut dilaksanakan di tujuh Provinsi di Indonesia,” jelas M. Murod.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

Ia juga mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk bisa mengembalikan ekosistem gambut dan mangrove dengan upaya penyelamatan dari berbagai bencana lingkungan, seperti karhutla, banjir, dan abrasi.

“Kita ketahui, kerusakan ini bukan hanya berdampak pada lingkungan namun berimbas juga kepada sosial ekonomi masyarakat. Dan juga dapat mempengaruhi kedaulatan negara, seperti yang diakibatkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan dan abrasi yang pengerusan batas-batasan negara di Pulau-Pulau terluar,” ucap Kadis LHK Riau.

Terakhir, M. Murod berharap bahwa untuk mencapai keberhasilan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove sangat ditentukan dengan kolaborasi yang baik dari semua pihak ataupun stakeholder lainnya.

“Upaya ini tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh support system dari pihak NGO/LSM maupun media massa dan pihak lainnya, dengan komitmen yang sama menuju Riau Hijau,” ujar M. Murod.

“Dan kami sangat yakin tim restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove yang hadir saat ini berkontribusi nyata mendukung terwujudnya Riau Hijau dengan mengusung tiga pilar utama, yakni meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, meningkatkan kualitas sumber daya alam, dan meningkatkan bauran energi dari sumber daya alam terbarukan,” tutupnya.

Penulis : Mirza
Editor : Bunga