Tradisi Keunduri Malam  (NUZULUL QUR’AN) di Aceh

oleh -328.759 views
Nuzulul Quran

Oleh : Amy Indah Yanti, Mahasiwi IAIN Langsa, Jurusan PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Malam Nuzulul Quran menjadi proses turunnya ayat Al-Quran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk kepada umat manusia. Sebagaimana yang sudah diketahui, dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah surat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW saat berada di Gua Hiro pada tahun 610 M.

Malam Nuzulul Quran sebagai peristiwa penting diturunkannya Al-Quran tentu menjadi peristiwa penting. Di balik peristiwa penting ini memiliki keutamaan yang baik untuk umat Muslim.

Malam Nuzulul Quran selain menjadi malam yang penuh keberkahan, memiliki keutamaan di mana Allah SWT melipat gandakan pahala umat Muslim yang beribadah. Sehingga, sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan.

Seperti itikaf di masjid, tadarus Al-Quran, memperbanyak zikir, memperbanyak sedekah, salat sunnah tarawih dan witir hingga tahajud. Serta memperbaiki perbuatan dan sikap dalam sehari-sehari.

Pada malam diturunkannya Al-Quran ini menjadi  malam yang penuh keberkahan di mana para malaikat turun ke bumi untuk memberikan doa kepada setiap manusia yang melakukan ibadah.

Foto : Ilustrasi

Nah, pada malam Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan warga muslim pada saat ramadhan khususnya wilayah aceh setiap pertengahan ramadhan atau akhir ramadhan adalah membuat kenduri Nuzulul Qur’an yang merupakan salah satu kearifan lokal yang sampai saat ini masih dipertahankan.  Salah satu nya seperti yang ada di desa alue dua, mayoritas masyarakat disana masih melaksankan tradisi kenduri itu.

Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan terhadap beberapa ibu-ibu yg ada di desa alue dua mereka menjelaskan tentang kegiatan kenduri tersebut bahwa tradisi kenduri sudah dilaksanakan sejak dulu. Tak sedikit pula warga menyumbangkan makanan hasil olahan rumahan dan Biasanya makanan tersebut berupa seperti gulai daging sapi, ayam goreng, telur asin, takjil, dan bermacam-macam jenis makanan lainnya tergantung kemudahan dari warga-warga setempat.

Kemudian makanan tersebut di letakkan di atas talam dan di ikat dengan kain panjang, setelah hidangan sudah siap warga pun mengantarkan hidangan tersebut menuju mesjid, sesampainya di mesjid sudah ada panitia yg menerima hidangan tersebut, dan hidangan yang telah diantar oleh warga pun disusun dengan rapi oleh panitia sambil menunggu jamaah yg melaksankan shlat maghrib ke mesjid. Kenduri ini dilaksanakan bersamaan dengan berbuka puasa tetapi makan bersama nya dilakukan saat jamaah selesai shalat magrib.

Salah satu warga yaitu ibu fatimah (Narasumber) mengatakan bahwa kenduri pada tahun lalu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hal tersebut dikarenakan ramadhan tahun kemarin dunia sedang dilanda wabah covid 19 yg mengakibatkan perekonomian warga sangat menurun dan warga pun kesusahan untuk mengadakan kenduri Nuzulul Qur’an ini.

Dan sampai sekarang pun wabah covid 19 ini masih terus melanda, Namun tidak seperti tahun kemarin yg memang sama sekali orang-orang tidak boleh beraktifitas dan berkerumun di tempat-tempat ramai.

Warga pun berharap agar ramadhan tahun ini bisa melaksankan kenduri Nuzulul Qur’an seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Kenduri Nuzulul Qur’an ini tetap kita laksanakan karena memang sudah tradisi kita di aceh walaupun nuansana keadannya berbeda dengan tahun-tahun yg sebelumnya.

Kenduri Nuzulul Qur’an ini dilaksanakan sebagaimana untuk memperingati turun nya Al-Qur’an serta mempererat silahturahmi terhadap sesama warga.

Warga sangat berharap mudah-mudahan wabah virus covid 19 ini segera selesai dan aktifitas masyarakat normal kembali sepertinya biasanya juga perekonomian masyarakat bisa pulih kembali.