Bogor I Realitas – Soal Kacaunya Bansos, Bupati Bogor, Ade Yasin : Kades Jangan Cengeng.
jelang Idul Fitri 1441 H, Bupati Bogor Hj. Ade Yasin meminta para camat dan kepala desa memperketat penjagaan adanya pemudik.
“Saya minta camat dan kades mewaspadai pendatang baru atau pemudik. Jika ada harus diisolasi selama 14 hari,” ujar Ade, pada Rapat Vicon, Kamis (30/5/2020).
Ia juga meminta para camat dan kepala desa mewaspadai 16 kecamatan yang menjadi zona merah. Kades kata dia, harus giat melihat dan mengecek apakah warganya ada yang ODP, PDP maupun positif Covid-19
Jika ada yang sedang isolasi diminta warga untuk gotong royong membantu meringankan mereka,” ujar ade.
Wanita berkacamata itu menjelaskan, di wilayah perbatasan juga harus dijaga ketat, dan kendaraan diputarbalikan untuk kembali jika ada yang akan mudik.
Ade juga meminta adanya perketatan wilayah perumahan, selain untuk mencegah Covid-19 juga untuk mewaspadai kriminalitas.
“Intensifkan koordinasi di setiap tingkatan dengan muspika atau babinsa, babinmas. Saya sudah instruksikan untuk melakukan penyemprotan bagi masyarakat yang sedang berkerumun,” jelas Ade.
Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperanaktif dalam masa PSBB pertama, meskipun aturan tersebut belum optimal karena masih banyak masyarakat yang tidak patuh dan kurva covid masih naik.
“Pengetatan di level desa, RT, RW lebih efektif daripada yang dilakukan di jalan raya dengan cara pengetatan portal, pemeriksaan suhu, disinfektan, dan sebagainya.
Saya mengapresiasi untuk camat dan kades yang berinisiatif menyiapkan tempat karantina jika ada pemudik. Jika tidak ada karantina agar diawasi untuk isolasi mandiri. Aktifkan lagi siskamling dan lapor 1x 24 jam,” jelasnya.
Ade mengimbau masyarakat untuk beribadah di rumah sesuai himbauan MUI. Ia meminta camat dan kades bisa meyakinkan masyarakat, bahwa ini bukan melarang ibadah tapi dalam rangka mencegah penularan covid, sampaikan kepada para pengurus mesjid.
“Hindari tradisi ngabuburit dan kumpul-kumpul setelah sahur. Bagi masyarakat yang masih mampu, jangan ikut-ikutan meminta bansos. Utamakan masyarakat yang memang tidak mampu untuk beli pangan untuk menyambung hidupnya,” ujarnya.
Secara tegas, Ade meminta para kades yang diserang masyarakat karena data bansos kacau untu bersabar karena menurutnya itu risiko seorang pemimpin.
“Sering-sering lihat masyarakat disekitarnya jangan sampai ada yang kelaparan. Kades jangan cengeng, bermental kuat, jangan bermental tempe, harus jadi petarung, harus siap jadi pemimpin, jangan teriak-teriak ke presiden, gubernur dan bupati (menantang simbol negara) tentang data, dan sebagainya.”
“Harusnya kita siap verifikasi. Bupati tidak mau kades di Kabupaten Bogor punya mental cengeng. Pengiriman beras bantuan dari Kabupaten Bogor dikawal oleh TNI, polres dan Danlanud ATS. Maksudnya agar cepat sampai ke penerima,” papar Ade.
Ia mengaku sat ini sedang membuat surat agar besaran dana desa dibagi dua jadi Rp 300 ribu per KPM agar lebih banyak penerimanya.
“Kita tunggu jawaban menteri. Lakukan verifikasi terus menerus terhadap penerima manfaat, salah satu cara yang jitu dengan penempelan sticker PKH di rumahnya.
Para ahli memperkirakan covid masih panjang (Desember) jadi harus mengetatkan ikat pinggang,” ucapnya.
“Para kades jangan saling mencela dan mencaci maki, tapi harus kompak untuk menyelesaikan masalah secara baik dengan hati yang bersih,” pungkas Ade Yasin. (Eka Gondrong)


