Jelang Tiga Tahun Uri Mulyari Menjabat Dirut PTP Nusantara I Persoalan Klasik Masih Subur

oleh -155.759 views

Kuala Simpang | Realitas – Jelang tiga tahun Uri Mulyari menguasai PTPN I Langsa, BUMN Perkebunan terbesar di Aceh tidak ada tanda-tanda akan memulihkan persoalan yang sedang dihadapi PTP Nusantara I, justru persoalan klasik seperti keterlambatan pembayaran gaji karyawan dan adanya laporan Asal Bapak Senang (ABS) untuk memantapkan jabatan di posisi jabatan basah tetap terjadi, bahkan dinilai oleh kalangan karyawan, aksi itu semakin berani, demikian disampaikan oleh sejumlah karyawan kepada Media ini, Rabu (06/03/2019).

“Toh akhirnya mereka yang bermain hanya dipindahkan dari jabatan lama kejabatan baru, jika pemain itu ada koneksi di Kantor Pusat dijamin jabatan mereka akan tetap empuk,” tuding karyawan di PKS Tanjung Seumantoh, yang tidak bersedia namanya dipublikasikan awak media, menanggapi ditariknya secara sepihak Harianto dari jabatan Manajer.

Kebijakan manajemen PTP Nusantara I, menarik sepihak Harianto dari Manajer PKS TS itu adalah guyonan perusahaan agar dinilai tegas nantinya oleh karyawan, karena yang bersangkutan telah membuat laporan ABS terkait masalah rendemen pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Pihak III.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Menurut Karyawan tadi, masalah rendemen itu hal klasik di setiap pabrik milik PTPN, mustahil TBS pihak ke III (Masyarakat) ada rendemen 21%, tapi karena ada permainan dalam pembelian TBS pihak ke tiga maka laporan pembeliannya disampaikan mencapai paling rendah rendemen 19%.

Inilah yang dikatakan laporan Asal Bapak Senang (ABS), ungkap sumber tadi.

Ungkapnya lagi, untuk mengelabui pihak berwenang dari Kantor Pusat (Direksi) TBS sengaja dibiarkan tertumpuk di Loading, hal itu otomatis akan berpengaruh terhadap tonase TBS maupun rendemen CPO, sehingga bukan tidak mungkin PKS TS akan tekor.

Hal ini akan muncul dugaan hilangnya ratusan ton CPO di PKS TS ini, alasan inilah mengapa ditarik Manajer PKS ini secara sepihak tanpa adanya proses layaknya sebuah perusahaan, dimana saat ini yaitu di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumantoh, dimana terlihat lebih dari 1.000 ton TBS diduga sengaja di tumpuk.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Bukan hanya persoalan TBS, diduga ada permainan kotor lain yang mulai terkuak di PKS TS, salah satunya PKS TS mengeluarkan Surat Pembelian (SP) kosong ke pihak ketiga, sehingga muncul dugaan adanya unsur pelanggaran pidana yang merugikan perusahaan.

Selain itu, disebut-sebut kinerja Manajer dan Asisten Personalia Umum (APU) PKS TS saat ini tengah dalam pantau Direksi PTPN I Aceh, hal itu ditengarai karena berbagai persoalan yang berulangkali terjadi tidak mampu untuk diselesaikan.

Padahal PKS TS merupakan salah satu pabrik terbaik yang dimiliki PTPN I Aceh, dimana PKS TS menjadi penyumbang pendapatan terbanyak untuk perusahaan plat merah itu.

Sementara, Kasubag Humas PTPN I Aceh, Dedi, yang dikonfirmasi media ini, melalui telepon selulernya Selasa (05/03/2019) menjawab, belum memberikan keterangan pers terkait masalah ini karena masih dalam proses PSI, jawabnya singkat, dan terkait ditariknya Manejer PKS TS, dirinya belum mengetahui persoalan tersebut. (Saiful Alam)