Hati-Hati Dalam Menggunakan Medsos

oleh -133.759 views
Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang jadi perhatian di media sosial

Jakarta | Realitas – Kejadian yang menimpa Achmad Zaky yang juga menyeret perusahaan besutannya Bukalapak sedang menyita perhatian.

Hal ini terkait dengan cuitannya yang memunculkan kalimat “presiden baru” terkait dengan anggaran Negara untuk penelitian dan pengembangan.

Zaky sendiri memang terbilang aktif di Twitter .

Bisa dibilang ia jadi yang paling aktif bermedsos , diantara para pimpinan Startup Unicorn di Indonesia lainnya, seperti William Tanuwijaya (CEO Tokopedia) dan Nadiem Makarim (CEO Go-Jek).

Aktifnya pria berkacamata di media sosial besutan Jack Dorsey itu seakan ingat dengan Elon Musk .

Pendiri Tesla, SpaceX, dan The Boring Company itu kerap blak-blakan di Twitter tentang hal apa pun.

hanya saja kiprah Elon di medsos tidak lantas membuat perusahaannya jadi bulan-bulanan netizen.

Misalnya, soal hinaan ‘pedo’ ke Vernon Unsworth, penyelam asal Inggris yang terlibat dalam misi penyelamatan korban gua di Thailand, hanya Musk pribadi yang dihujat di dunia maya.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Tiga perusahaan pimpinannya relatif aman.

Kalaupun ada yang menyerang, itu SEC, bukan warganet, yang menjatuhkan denda sebesar USD 20 juta.

Hal tersebut terkait dengan tweet yang meminta ia ingin menjadikan Tesla kembali sebagai perusahaan privat.

Dalam hal ini pada akhirnya perusahaan pun ikut jadi getahnya akibat aktivitas sang bos di medsos.

Nah, cerita Elon Musk yang lahir Pretoria, Afrika Selatan sedikit berbeda dengan yang dialami oleh Zaky dan Bukalapak.

Selain Instagram Zaky yang sedang online massa, e-commerce besutannya itu juga diserang.

Gara-gara “presiden baru” itu, banyak netizen yang sampai menyerukan tagar #uninstallbukalapak.

Sebenarnya, ada warganet yang memuat tangkapan layar benar-benar sedang melakukan uninstall aplikasi Bukalapak di perangkatnya.

Sementara sebagai e-commerce, aplikasi merupakan salah satu aspek penting buat jualan Bukalapak.

Fenomena ini sendiri bukan yang pertama di Indonesia.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Sebelumnya, ada Alex Rusli, mantan CEO Indosat Ooredoo, yang memperbaiki hal serupa.

Pada 2017 lalu, ia menulis “Sebagai perusahaan kami tidak mentolerir sama sekali pegawai yang anti NKRI” di akun Twitter miliknya.

Hal ini terkait dengan salah satu pegawainya di Indonesia Ooredoo karena disetujui anti pemerintah.

Cuitan Alex di medsos lantas berimbas pula ke perusahaan yang ia pimpin.

Tagar #boikotindosat dari netizen yang direspons Alex Tapi ia mengaku tidak mau menggunakan medsos lantaran diterima, dunia maya merupakan tempat mendengarkan keluhan konsumen secara langsung.

Beberapa kisah ini dapat dijadikan gambaran umum tentang pentingnya berhati-hati dan bijak dalam aktivitas medsos.

Apalagi jika yang nge-tweet itu adalah sosok-sosok bos.

Bukan tidak mungkin cuitan itu lantas berimbas ke perusahaan yang dipimpin, baik melalui kursi netizen atau hal-hal lainnya. (dtc/intan)