Medan | Realitas – Puluhan kepala daerah dan anggota DPRD/DPR/DPD sudah ditangkap oleh kpk karnz kasus korupsi, tapi tidak memberi rasa takut kepada calon koruptor lainnya.
Mengapa mereka tidak takut? Apa yang memotivasi mereka? Karena hukumannya rendah? Karena walaupun dipenjara, sisa uang korupsi masih banyak? Karena tekanan parpol?
Karena pengen punya harta yang banyak? Karena ingin buka perusahaan? atau Karena terlalu banyak pengeluaran (cost politik) untuk biaya alat peraga ketika kampanye, terlalu banyak money politik untuk menyuap masyarakat agar memilihnya? atau karena terlalu banyak hutang dan janji yang harus dibayar, atau parpol tidak slektif dalam melakukan rekrutmen? Apapun alasan dan penyebabnya korupsi itu hukum nya haram dan koruptor itu wajib dihukum berat.
Koruptor itu mencuri uang rakyat, Koruptor itu merugikan negara, Negara bisa bangkrut, rakyat bisa miskin, melarat, bodoh dan sakit jika negara c/q pemerintah tidak punya anggaran yang cukup untuk pembangunan.
Oleh sebab itu parpol, caleg dan calon kepala daerah bahkan capres wajib menghindari praktek yang dapat menjadi penyebab terjadinya tindakan korupsi.
Termasuk bagaimana mempersiapkan mental anti korupsi kepada mereka.
Karena ada orang yang baik, tapi mental, iman dan ilmu nya lemah, lalu diberi uang atau barang berharga dan diterimanya, ternyata uang atau barang hasil korupsi.
Maka mereka pun menjadi koruptor.
Bagaimana meminta maaf kepada rakyat yang uangnya sudah dikorupsi, cukupkah dengan pasang spanduk ucapan mohon maaf lahir batin.
Menurut aktivis 98 neraka jahannam dan hukum gantung lebih pantas untuk mereka.
Jika tidak mau maka lawanlah.
Kepada semua caleg, kami sarankan tinggalkan segala tipu muslihat kecurangan, hal yang meragukan (abu-abu), karena setiap yang mutasyabihat itu jatuhnya kepada haram. (jurnalpolisi/iqbal)


