Pekanbaru | REALITAS – Sekolah Lansia Tangguh Berkah Bersama (SLTBB) Kelurahan Air Dingin merupakan binaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Riau dan Disdalduk KB kota Pekanbaru telah diresmikan pada Sabtu, 09 Agustus 2025.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengembangkan Sekolah Lansia sebagai salah satu program unggulan pembinaan keluarga, khususnya bagi warga lanjut usia.
Program ini merupakan inisiatif nasional yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui bina keluarga lansia (BKL), berdampingan dengan program bina keluarga balita (BKB). Tujuannya sederhana namun strategis memastikan lansia tetap sehat, produktif, religius, dan siap menghadapi masa tua dengan kemandirian.
“Belajar itu tidak terbatas pada usia muda. Alhamdulillah, di Kelurahan Air Dingin, respon masyarakat, camat, dan tokoh masyarakat sangat positif. Kehadiran para lansia dalam kegiatan ini menunjukkan semangat mereka untuk menerima pengetahuan tentang tujuh dimensi lansia,” ujar Muhammad Amin.
Menurutnya, 7 (tujuh) dimensi perlu diterapkan yakni aspek kesehatan fisik, psikologis, spiritual, sosial, keterampilan, ekonomi, dan peran aktif di masyarakat. Melalui pembelajaran ini, lansia diharapkan mampu tetap berkarya dan berkontribusi, meskipun sudah melewati masa pensiun.
Program Sekolah Lansia di Pekanbaru sebagian besar berjalan berkat swadaya masyarakat. Disdalduk KB berperan memberikan pembinaan, pendampingan, dan pemahaman. Bahkan, beberapa kecamatan telah menjadi percontohan.
“Kita sudah membentuk sekolah lansia di Kecamatan Bina Widya yang difasilitasi langsung oleh BKKBN, di Kecamatan Bukit Raya ini sudah berjalan dua kali, dan di Kecamatan Senapelan masih dalam tahap penjajakan. Kita berharap seluruh kecamatan di Pekanbaru dapat memiliki sekolah lansia,” ujar Muhammad Amin.
“Banyak yang datang dengan tongkat, tapi semangatnya luar biasa. Apalagi nanti saat wisuda, suasananya akan lebih meriah. Kami berharap dukungan penuh dari pimpinan daerah dan tokoh masyarakat,” tutupnya.
Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho yang diwakili Kepala Dinas Sosial H. Idrus mengatakan ini merupakan wadah bagi para orang tua kita untuk tetap aktif, sehat, mandiri, dan bermartabat di usia senja. Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat berbagi, bersosialisasi, dan memperkuat ikatan sosial antar generasi.
“Usia lanjut adalah anugerah yang tidak semua orang bisa mencapainya. Namun, usia lanjut juga menghadirkan tantangan tersendiri, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, upaya untuk memberikan ruang pembelajaran, pengembangan diri, serta kegiatan produktif bagi para lansia adalah langkah yang sangat mulia dan visioner,” jelas Idrus.
“Kehadiran sekolah lansia ini bukan hanya sebagai sarana pembelajaran, tapi juga sebagai ruang untuk memperkuat semangat, kesehatan, kemandirian, dan kebahagiaan para lansia. Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menjadi kota yang inklusif, ramah, dan peduli terhadap semua kalangan usia,” tutupnya singkat.
Pemerintah Kota Pekanbaru terus berkomitmen dalam mendukung program-program pemberdayaan lansia. Dengan pengetahuan, pengalaman, dan kearifan yang dimiliki, para lansia dapat terus memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan kota ini karena lansia bukanlah beban tetapi aset yang berharga. (Mirza Yamoli)


