Pacu Sampan Buluh Cina 2025, Ade Yudistira : Warisan Budaya Yang Terus Hidup

oleh -34.759 views

Pekanbaru | REALITAS – Pacu Sampan Buluh Cina merebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Kampar 2025 yang dilaksanakan di Tepian Sungai Kampar Desa Wisata Buluh Cina telah resmi dibuka.

Pacu Sampan Buluh Cina ini bukan sekadar lomba, melainkan simbol kebanggaan, tradisi, dan harapan besar masyarakat akan pengakuan lebih luas atas budaya lokal yang kaya makna.

Perhelatan open turnamen Pacu Sampan yang di gelar mulai dari tanggal 07-10 Agustus 2025 ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Jadi Provinsi Riau ke-68.

Kepala Desa Buluh Cina Azrianto, S.Tp sebagai Ketua pelaksana Pacu Sampan mengatakan event ini sudah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut, tepat setiap bulan Agustus, tradisi ini digelar dengan semangat yang tak pernah surut.

“Kami menginginkan agar event Pacu Sampan Buluh Cina ini bisa masuk ke dalam kalender resmi pariwisata, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Ini bukan hanya soal perlombaan, tapi tentang menjaga identitas budaya kami,” ujar Azrianto.

Selama ini menurutnya, penyelenggaraan event sepenuhnya bergantung pada donatur dan stakeholder lokal yang peduli. Dukungan dana yang terbatas tidak menyurutkan semangat, tapi tentu menjadi tantangan untuk menjadikan kegiatan ini semakin besar dan berdampak.

BACA JUGA :  LSM KANA Minta APH Periksa Anggaran Jasa Keamanan Disdikbud Aceh Timur Senilai Rp2,1 Miliar

“Kami berharap ada bantuan pendanaan dan perhatian serius dari pemerintah. Kami ingin event ini bisa booming seperti Pacu Jalur di Kuantan Singingi yang kini sudah dikenal hingga mancanegara,” tutup Kades Buluh Cina.

Gubernur Riau Abdul Wahid yang diwakili Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ade Yudistira menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam melestarikan tradisi ini.

“Atas nama pemerintah provinsi, kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada panitia pelaksana, Pemerintah Desa Buluh Cina, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga dan melestarikan budaya Pacu Sampan,” ujar Ade.

Ade menekankan bahwa Pacu Sampan bukanlah sekadar lomba adu kecepatan di atas air, tetapi merupakan refleksi nilai-nilai luhur masyarakat Melayu kebersamaan, sportivitas, ketangguhan, dan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

“Ini adalah warisan luhur yang tidak boleh kita lupakan. Kita harus terus menghidupkannya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah,” tegas Ade.

Lebih jauh, Ade Yudistira menilai bahwa tradisi ini memiliki potensi strategis sebagai daya tarik wisata budaya dan sekaligus sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Kita patut bangga, karena Pacu Sampan mampu menjadi magnet wisata dan mendukung geliat ekonomi desa. Inilah wujud pembangunan berbasis potensi lokal dan kearifan budaya, yang menjadi komitmen pemerintah Provinsi Riau,” ungkap Ade Yudistira.

“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas dan jadikan ajang ini sebagai momen mempererat persaudaraan antar warga. Kepada masyarakat, mari kita jaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan demi kesuksesan bersama,” tutupnya.

Event Pacu Sampan Buluh Cina ini dibuka oleh Wakil Bupati Kampar Dr.Misharti M.Ag, dihadiri oleh perwakilan Dispora Provinsi Riau, Anggota DPRD Riau, Anggota DPRD Kampar, Camat Siak Hulu, Danramil, Kapolsek dan tamu undangan lainnya. (Mirza Yamoli)