Pekanbaru | REALITAS – Paguyuban Kawula Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Provinsi Riau melaksanakan Milad ke-26 sekaligus sarasehan budaya yang mengangkat tema kebudayaan sebagai perekat jiwa kebangsaan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Budaya Anak Negeri Alam Mayang pada Sabtu, 22 Februari 2025 dihadiri oleh Gubernur Riau (Gubri) yang diwakili oleh Kabid Ideologi Wasbang dan Karakter Bangsa Kesbangpol Riau, Surya Dinata, Ketua MKA LAM Riau Marjohan Yusuf, Ketua PKNS Riau periode 2025-2030 Riyono Gede Trisoko, para sesepuh PKNS, dan para tamu undangan lainnya.
Usai dilantik sebagai Ketua PKNS Provinsi Riau, Riyono Gede Trisoko menegaskan bahwa ini suatu amanah yang harus diterjemahkan melalui berbagai aktivitas budaya yang bertujuan mempererat jiwa kebangsaan.
Menurut pria yang akrab dipanggil Yono ini, beragam program kebudayaan yang telah berjalan selama ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan pendekatan yang lebih akomodatif dan inklusif.
Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah pengembangan kebudayaan sebagai wadah pembinaan spiritual masyarakat Indonesia. Paguyuban ini mengusung konsep kolaborasi budaya yang mengakomodasi berbagai elemen dari kebudayaan nasional.
“Sebagai organisasi budaya yang berafiliasi dengan Keraton di Jakarta, paguyuban ini juga mengedepankan nilai-nilai budaya Melayu Riau. Hal ini tercermin dalam busana yang dikenakan, yakni perpaduan antara pakaian adat Jawa dengan tanjak khas Melayu Barat,” ujar Yono.
Riyono juga menyebutkan di tahun 2025 terdapat berbagai agenda kebudayaan telah dirancang untuk memperkuat peran budaya dalam kehidupan masyarakat.
“Kebudayaan semakin relevan di tengah derasnya arus ideologi global yang menawarkan berbagai konsep pemikiran. Dalam konteks di tahun 2025 ini, kebudayaan menjadi satu-satunya konsep ideologi yang tidak mengajarkan kekerasan, melainkan mengutamakan harmoni dan kebersamaan,” sebutnya
Sebagai contoh konkret, paguyuban ini menurut Yono selalu turut serta dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekanbaru dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni dari budaya Melayu, Jawa, dan Minangkabau.
“Kedepan, kita berharap lebih banyak komunitas budaya lain seperti Bugis dan Dayak yang turut berpartisipasi dalam event budaya tersebut. Kolaborasi semacam ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya di Indonesia dapat bersatu dalam satu kesatuan yang harmonis,” tutup Yono.
Kanjeng Mas Temenggung (KMT) Projo Swasono sebagai Abdi Dalem Keraton Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas kiprah PKNS Provinsi Riau dalam menjaga dan mengembangkan budaya, baik budaya Jawa, Melayu, maupun budaya lain yang tumbuh di Riau.
Ia juga menekankan pentingnya budaya sebagai sarana perekat kebangsaan, yang memperkuat persaudaraan antar warga tanpa melihat latar belakang daerah asal.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana PKNS di Riau ini sangat peduli terhadap pelestarian budaya. Tidak hanya budaya Jawa, tetapi juga budaya Melayu dan budaya lainnya yang ada di Provinsi Riau. Ini menunjukkan bahwa PKNS memiliki peran besar dalam memperkuat persatuan bangsa melalui budaya,” ujar Projo Swasono.
Sebagai Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, ia juga mengharapkan kepada Ketua PKNS Riau yang baru dilantik agar untuk berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas bangsa.
Ia berharap, melalui kegiatan yang dilakukan, PKNS Riau dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya warga Yogyakarta di Riau, untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka sekaligus berkontribusi dalam memperkaya kebudayaan lokal.
“Kami ingin PKNS yang di ketuai Riyono dapat menjadi ‘lem’ yang menyatukan warga. Tidak hanya warga Riau, tetapi juga warga Yogyakarta yang tinggal di Riau. Dengan budaya sebagai perekat, kita bisa memperkokoh kebersamaan dan persatuan. Dengan semangat yang terus menyala, PKNS Riau diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Projo Swasono.
Dalam sambutan Gubernur Riau (Gubri) yang dibacakan Kabid Ideologi Wasbang dan Karakter Bangsa Kesbangpol Riau, Surya Dinata sangat menyambut baik diselenggarakannya kegiatan sempena peringatan Hari Jadi ke-26 Paguyuban Kawula Ngayogyakarta Sekitarnya (PKNS) Riau.
Ia mengharapkan dengan sempena ini merupakan langkah dan upaya dalam membangun kekompakan bersama masyarakat Riau dan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
“Kami dari pemerintah provinsi Riau mengucapkan selamat pelantikan pengurus PKNS serta peringatan Milad PKS yang ke-26. Ucapan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Paguyuban ini, atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan Provinsi Riau,” ujar Surya Dinata.
Ia juga mengatakan peran PKNS Riau Peran serta PKNS Riau tidak hanya memperkaya budaya kita, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam memajukan Riau sebagai provinsi yang semakin dinamis dan berbudaya.
“Semoga hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kemajuan bersama. Kedepan, kami berharap juga agar PKNS Riau dan Paguyuban lainnya untuk dapat terus mendukung visi dan misi Provinsi Riau 2025-2045, yaitu “Riau Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, Maju, dan berkelanjutan” yang kami sebut dengan Riau Bedelau,” tutup Surya Dinata.
Sementara itu, Ketua MKA LAM Provinsi Riau Marjohan Yusuf mengatakan PKNS Riau selalu menaikkan seranting lembaga adat melayu dalam setiap kegiatan di LAM Riau.
“Kami sangat mendukung penuh keberadaan PKNS Riau, semoga bisa menjadi penghubung antar organisasi budaya di Provinsi Riau,” singkat Marjohan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan membahas tentang kebudayaan sebagai perekat jiwa kebangsaan dan ditutup dengan penampilan mocopat, frame ketoprak, uyon-uyon, dan lagu-lagu campur sari. (Mirza Yamoli)


