Israel Lanjutkan Operasi Di Lebanon, Hingga Pengungsi Aman Kembali

oleh -146.759 views
Israel Lanjutkan Operasi Di Lebanon, Hingga Pengungsi Aman Kembali

BEIRUT | REALITAS – Israel dan kelompok Hizbullah saling melancarkan serangan hebat pada Minggu 22 September 2024, dengan kelompok militan Lebanon tersebut menembakkan roket jauh ke wilayah utara Israel setelah serangkaian serangan balasan yang paling intens dalam hampir setahun konflik.

Naim Qassem, wakil pemimpin Hizbullah, menyampaikan dalam pemakaman seorang komandan kelompok yang tewas pekan lalu di Beirut: “Kami telah memasuki fase baru, dengan tajuk pertempuran terbuka tanpa batas.”

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sampai wilayah perbatasan aman bagi para pengungsi yang dievakuasi untuk kembali. Pernyataan ini mengisyaratkan konflik yang akan berlangsung lama, mengingat Hizbullah yang didukung Iran berjanji akan terus bertempur hingga tercapai gencatan senjata di Gaza.

Kepala Staf Umum Israel, Herzi Halevi, menyampaikan dalam pernyataan televisi bahwa militer Israel siap menghadapi tahap berikutnya dalam pertempuran yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, tanpa merinci lebih lanjut.

“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghilangkan ancaman terhadap Israel,” kata Halevi.

Konflik yang kian memanas sejak Hizbullah membuka front kedua melawan Israel, menyusul ofensif Israel di Gaza yang lebih jauh ke selatan, telah berlangsung selama seminggu terakhir. Pada Selasa dan Rabu, ribuan pager dan radio yang digunakan anggota Hizbullah meledak dalam serangan yang banyak diduga dilakukan oleh Israel, meskipun Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatannya.

Hari berikutnya, Israel melancarkan serangan udara terberat ke Lebanon. Pada Jumat, serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut menargetkan komandan senior Hizbullah , menewaskan 45 orang, termasuk 16 anggota Hezbollah dan dua pemimpin senior kelompok tersebut, Ibrahim Aqil dan Ahmad Wahbi.

Dalam serangan lebih lanjut pada Sabtu, militer Israel mengatakan mereka menghantam sekitar 290 target, termasuk ribuan peluncur roket Hizbullah .

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pernyataan video bahwa Hezbollah telah menerima “serangkaian pukulan yang tak pernah mereka bayangkan.”

“Jika Hizbullah belum memahami pesan ini, saya jamin mereka akan segera mengerti,” kata Netanyahu.

Tanda Bahaya dan Sekolah Ditutup

Dalam pemakaman Aqil pada Minggu, Qassem menyatakan bahwa Israel berupaya melumpuhkan Hizbullah , tetapi tidak akan berhasil. Ia juga mengatakan bahwa eskalasi serangan Israel hanya akan menyebabkan pengungsian lebih banyak warga Israel.

Israel telah menutup sekolah, membatasi perkumpulan di wilayah utara, dan memerintahkan rumah sakit untuk memindahkan pasien dan staf ke area perlindungan, banyak di antaranya berada di fasilitas bawah tanah yang dirancang untuk menahan serangan roket.

Tanda bahaya terus berbunyi di Israel pada Minggu, dengan sekitar 150 roket, rudal jelajah, dan drone menyerang Israel sepanjang malam hingga Minggu, meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh pertahanan udara Israel.

Hizbullah mengklaim telah menyerang barak dan posisi Israel lainnya menggunakan drone dan roket. Serangan tersebut merupakan “tanggapan awal” atas serangan perangkat beberapa hari sebelumnya. Kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran di Irak juga mengklaim ikut melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel.

Krisis di Depan Mata

Koordinator Khusus PBB di Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, memperingatkan bahwa kawasan ini berada di ambang “bencana yang tak terhindarkan,” menegaskan bahwa tidak ada solusi militer yang dapat membuat salah satu pihak lebih aman.

Sementara itu, Patriark Kristen Lebanon, Bechara Boutros al-Rai, menyampaikan belasungkawa yang jarang terjadi kepada Hizbullah atas korban jiwa yang jatuh di kalangan warga sipil dan anggota Hizbullah .

Sejak Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada Oktober, puluhan ribu orang telah mengungsi dari rumah mereka di kedua sisi perbatasan.

Konflik di Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, telah menyebabkan lebih dari 41.300 warga Palestina tewas menurut kementerian kesehatan setempat, sementara serangan balasan Israel menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.(Ryfqi)

Sumber: Rt