Bupati Dawam Launching Gerakan Serentak Pencegahan Stunting 2024

oleh -22.579 views
oleh
Bupati Dawam Launching Gerakan Serentak Pencegahan Stunting 2024
Bupati Lampung Timur, M.Dawam Rahardjo membuka launching gerakan serentak pencegahan stunting yang berlangsung selama tiga hari Mulai tanggal 7,8,9 tahun 2024.

LAMPUNG TIMUR | MEDIAREALITAS – Bupati Lampung Timur, M.Dawam Rahardjo membuka launching gerakan serentak pencegahan stunting yang berlangsung selama tiga hari Mulai tanggal 7,8,9 tahun 2024.

Launching berlangsung di lapangan Desa Cempaka Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, pada Jumat, 7 Juni 2024.

Kegiatan ini dimulai dengan senam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan prevalensi stunting dan pelayanan administrasi kependudukan.

Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo, menekankan bahwa upaya penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan koordinasi yang baik lintas program dan sektor terkait.

“Upaya penurunan stunting ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai kegiatan konvergensi sehingga memerlukan koordinasi baik lintas program maupun lintas sektor terkait seperti Bappeda, Kesehatan, PMD, Sosial, Pertanian, Ketahanan Pangan, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Kominfo, Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag, PPPA Dalduk dan KB, PUPR, Kementrian Agama, PKK, Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi, Kecamatan, dan Desa,” jelasnya.

Bupati Dawam juga menyoroti bahwa stunting merupakan masalah yang sangat kompleks dan multidimensional.

“Untuk mencegah stunting, dikenal dua kategori intervensi, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik berkenaan dengan intervensi kesehatan dan berkontribusi hanya 30% dalam penurunan stunting, sedangkan intervensi sensitif mencakup intervensi non-kesehatan yang berkontribusi 70% terhadap penurunan stunting. Dengan kata lain, pendekatan multisektor menjadi hal yang sangat krusial dalam pencegahan dan penurunan stunting,” tambahnya.

Ketua TP PKK Lampung Timur, Yus Bariah, juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting.

“Anak-anak stunting adalah anak yang gagal tumbuh karena perkembangan nya terhambat akibat kekurangan gizi dan asupan vitamin serta stimulasi oleh orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, melalui program-program PKK, akan lebih mudah untuk mensosialisasikan atau mengkampanyekan gerakan pencegahan stunting seperti yang kita laksanakan pada hari ini,” ujarnya.

Yus Bariah juga menyoroti peran Pokja 4 PKK yang membidangi kesehatan dan gizi dalam upaya menurunkan angka stunting.

“Peran Pokja 4 adalah memantapkan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), menjadikan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) sebagai kebiasaan hidup sehari-hari, membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan mengembangkan Program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana sebagai unggulan program Pokja 4. Yang paling penting adalah revitalisasi Posyandu Terintegrasi, di mana kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting ini dilaksanakan di Posyandu Cempaka Putih Satu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yus Bariah mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan Posyandu.

“Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Posyandu memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang sekarang pelayanan sudah disesuaikan dengan siklus hidup, dimulai dari dalam kandungan, bayi, balita, usia sekolah, remaja, usia produktif, dan lansia,” katanya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat, target penurunan stunting di Kabupaten Lampung Timur diharapkan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. (Melisa)