Pemanfaatan Virtual Reality Sebagai Teknologi Pendidikan Masa Depan

oleh -277.579 views
Pemanfaatan Virtual Reality Sebagai Teknologi Pendidikan Masa Depan

“Dek, nenek pingin kali sebelum meninggal bisa ke tanah suci, tapi itu mustahil karna makan aja kita susah”. Aku yang saat itu masih berusia 13 tahun mendengarkan pernyataan hasrat keinginan nenek rasanya setuju dengan kata “mustahil” tersebut.

Meskipun tetap kokoh dalam hati aku berharap ketika dewasa nanti bisa membawakan nenek ke Mekkah untuk ibadah Haji. Namun sayangnya, Allah SWT memanggil nenenkku kembali sebelum aku mengabulkan cita-citanya.

Faktanya, di era digital perkembangan teknologi saat ini, teknologi Virtual Reality (VR) telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang sangat menarik untuk dijelajahi dan dimanfaatkan. VR adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk merasakan dan merespon lingkungan digital dengan cara yang lebih nyata.

Dalam hal ini, penggunaan VR dapat memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berinteraksi dengan dunia virtual dalam bentuk tiga dimensi yang sangat mendekati kehidupan nyata. Kecanggihan tersebut memungkinkan VR untuk digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam memperkuat ukhuwah Islamiah.

Lantas bagaima pengaplikasiannya? Pertama, dengan projek VR World Art and Architectur, dapat memungkinkan penggunanya untuk mengunjungi dan merasakan keindahan seni dan arsitektur dunia dari berbagai negara seperti tour secara virtual ke Sultan Ahmed Mosque di Turki, Tajmahal di India, Great Mosque of Cordoba di Spanyol, dan masih banyak lagi.

Kegiatan virtual tersebut sekaligus dapat memperdalam pemahaman penggunanya tentang keanekaragaman seni dan arsitektur di seluruh dunia.

Kedua, VR Social and Networking Activities yang memungkinkan penggunanya untuk terlibat dalam aktivitas sosial pendidikan bahkan pemersatu antar negara dalam segala urusan politik, kebudayaan & diplomatik hubungan Internasional. Sistem ini akan mewujudkan aktivitas seperti rapat di sekolah dan melakukan pelatihan kurikulum pendidikan atau berdiskusi tentang isu-isu politik pemerintah antar negara.

Tidak menutup kemungkinan, bahkan penggunanya bisa merasakan seperti benar-benar berkumpul di ruangan yang sama meskipun sedang berada di rumah atau negara masing-masing. Pada implementasinya, tentu saja hal ini dapat membantu memperkuat ikatan antar kelompok yang terpisah oleh jarak dan batasan geografis tertentu.

Ketiga, dalam segi pendidikan yang berkualitas, Indonesia hingga saat ini masih memiliki masalah terhadap kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai. Dengan penggunaan VR Teaching Project, tentunya akan memberikan jangkauan cakupan orientasi pengajaran yang lebih luas. Bayangkan jika konsep ini pada pengajaran pendidikan Agama akan dapat memvisualisasikan siswa terhadap kisah-kisah Nabi secara nyata.

Terlebih lagi pada pelajaran sains yang akan melibatkan siswa untuk merasakan langsung keadaan planet-planet di luar angkasa. Penggunaan VR Teaching Project ini tidak hanya akan meningkatkan jiwa penghambaan kepada Allah SWT namun juga dapat menciptakan pengalaman dan pengetahuan yang lebih nyata bagi siswa.

Yang terakhir, seiring meningkatnya pendanaan dan keterbatasan kuota bagi masyarakat untuk berangkat Haji, dalam hal ini VR Hajj and Umrah tentu akan menjadi solusi terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan dan keterbatasan fisik untuk berangkat ke Mekkah secara langsung.

Situasi ini memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk merasakan sensasi berkeliling Ka’bah dan melakukan tawaf di sekitar Ka’bah dengan pengalaman yang sangat realistis.

Oleh karena itu, diharapkan penggunaan aplikasi VR dengan beberapa program yang didisain sekreatif mungkin dapat mewujudkan mimpi dan angan-angan masyarakat serta meningkatkan mutu pendidikan di masa depan.

Oleh Husnul Yakin, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia