Jakarta | Realitas – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan Lebaran Idul Fitri pada Jumat 21 April 2023. Bulan sabit Syawal telah terlihat di Arab Saudi.
Seperti dilansir HindustanTimes, Arab Saudi mengumumkan Idul Fitri 2023 jatuh pada 21 April. Alasannya, bulan sabit Syawal tidak terlihat pada Kamis (20/4) malam kemarin.
Sementara itu, bulan sabit disebut telah terlihat di Arab Saudi pada hari ini. Dengan demikian, Idul Fitri ditetapkan akan dirayakan pada hari Jumat 21 April 2023.
Sesuai laporan astronomi, bulan sabit Syawal hanya akan menyala 0,2% tepat setelah matahari terbenam dan hampir pasti tidak mungkin terlihat selama beberapa menit setelah matahari terbenam pada Kamis 20 April di Mekkah, Arab Saudi, karena gerhana matahari total hibrida yang langka. Gerhana ini juga dikenal sebagai gerhana matahari annular-total.
Namun, di sisi lain, pantai Barat AS kemungkinan besar akan melihatnya menyala 1% dan sedikit lebih tinggi di langit setelah matahari terbenam sekitar 10 jam kemudian.
Pada hari Jumat 21 April 2023 bulan sabit lebih mungkin terlihat dari mana saja di seluruh dunia dan itu akan menjadi 2,4% diterangi dari Mekah dan umumnya jauh lebih tinggi dan lebih terang di langit setelah matahari terbenam sementara itu sekitar 4% dari pantai barat AS.
NU Tetapkan 1 Syawal 1444 H Jatuh pada Sabtu 22 April 2023
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah atau hari raya Idul Fitri jatuh pada 22 April 2023. Hal itu diputuskan usai pemantauan hilal bersama dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Dalam rangka penentuan awal bulan Syawal 1444 H, tim Rukyatul Hilal Nahdlatul Ulama yang berada di bawah koordinasi Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah melakukan rukyatul hilal bil fi’il di berbagai lokasi yang telah ditentukan di seluruh Indonesia,” tulis surat pemberitahuan yang dikeluarkan PBNU, Kamis (20/4/2023).
Berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah PBNU dari laporan tim Rukyatul Hilal, tidak diperoleh hasil standar penentuan hilal. Standar tinggi hilal yang digunakan minimal 3 derajat dan jarak lengkung minimal 6,4 derajat.
“Yang menjadi pedoman Nahdlatul Ulama, serta telah disepakati dan ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS),” ungkapnya.
“Atas dasar istikmal tersebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahib al-Arba’ah, dengan ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberitahukan bahwa awal bulan Syawal 1444 H jatuh pada haru Sabtu Pon tanggal 22 April 2023,” sambungnya. (dtc)

