Siang Ini ALASKA Unjuk Rasa Dan Bongkar Dugaan KKN di PDAM Langsa

oleh -319.759 views
Siang Ini ALASKA Unjuk Rasa Dan Bongkar Dugaan KKN di PDAM Langsa
Kantor PADM Kota Langsa

Langsa | Realitas – Aliansi Aktivis Merdeka (ALASKA) siang ini, Jum’at (03/03/2023) akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Langsa dan DPRK guna menuntut direktur Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) diberhentikan dari jabatannya.

Ketua ALASKA, Abdi Maulana kepada Wartawan melalui pernyataan tertulis, Kamis (2/03/2023) mengatakan, aksi yang akan digelar Jumat siang ini, melibatkan 100 orang masa dan akan melakukan teatrikal penyerahan batu nisan dan pembakaran kerenda manyat, kepada DPRK Langsa dan Walikota.

“Kita akan mempertanyakan alasan mengapa direktur PDAM yang saat ini masih dipertahankan dari jabatannya, ujar Ketua ALASKA.

Padahal, kata Ketua ALASKA Abdi Maulana, selama ini publik sangat merasakan buruknya kualitas air yang distribusi ke masyarakat.

Air tidak stabil, tagihan air pelanggan melonjak tajam hingga manajemen pengelolaan penerimaan pegawai yang tertutup.

Har ini kita akan bongkar praktik tidak sehat di perusahaan itu, kita menduga PDAM Langsa salah satu markas malpraktik (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terbesar di daerah ini,” tutup Abdi Maulana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, H A Muthallib Ibr, SE,.SH,.M.Si,.M.Kn, meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh agar segera periksa menagement PDAM Tirta Keumueneng Langsa.

Selain mendesak Kejati, H A Muthallib juga meminta Pj Walikota Langsa, Ir Said Mahdum Majid, agar segera copot Dirut PDAM Langsa, yang sudah menjabat selama 5 tahun lebih.

YARA juga minta Kejati Aceh segera melakukan pemeriksaan menagement, karena ada dugaan buruknya sistim Perusahaan Air Minum Pemko Langsa, bobroknya pelayanan, demikian disampaikan H A Muthallib, kepada sejumlah Wartawan di Kantor YARA Langsa, Jln Syiah Kuala, Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut H Thallib, yang juga Dosen FH Unsam, mengatakan buntut berlarut-larutnya krisis suplai air bersih PDAM Langsa ke sejumlah Gampong, telah mengundang kecurigaan banyak pihak, terutama menyangkut penggunaan anggaran pada Badan Usaha Milik Daerah tersebut, di Kota Langsa, ujar H Thallib.

BACA JUGA :  Wow..Dana Anggaran 2 Miliar Dari Kementrian Untuk bangunan SD 46 Tabau Desa Swadaya Hanya Jadi Dinding Papan dan balok bekas

Selain itu, ada dugaan miring lain yang marak muncul ke publik, yakni terkait manajemen PDAM Langsa telah disusupi adanya pihak yang sengaja menghancurkan PDAM langsa.

Ketua YARA Langsa juga, mengungkapkan, pihaknya telah lama mencium aroma tidak sedap di tubuh PDAM Langsa, ujar mantan Wakil Ketua PWI Aceh.

Hal ini terlihat dari lemahnya kinerja manajemen Perusahaan itu hingga menyebabkan macetnya suplai air bersih kepada masyarakat, yang terjadi secara rutin dalam jangka waktu yang tergolong lama, ujar nya lagi.

Kita minta baik Kejati Aceh, juga Pj Walikota Langsa dan kalangan Dewan untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja manajemen PDAM Langsa.

Apalagi keberadaan Perusahaan ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi jangan main-main terhadap Proses terhadap konsumen.

YARA juga meminta tim dari Kejati Aceh, untuk segera melakukan penyidikan, Kalau ada bandit kecil di PDAM Langsa segera dimusnakan secepat nya, sebut H Thallib.

Dugaan kita di dalam manajemen PDAM, harus secepatnya di berantas sebelum menjelma menjadi lain sebelum PDAM ini hancur, ujar nya lagi.

KIta juga minta, jika di temukan ada penyimpangan keuangan, maka harus segera dilanjutkan ke proses hukum, biar Pemko Langsa atau PDAM dapat berjalan dengan baik, banyak bahan baku yang pengadaan dari pihak ke tiga terhadap PDAM Langsa, makanya sangat penting untuk di audit dan diperiksa oleh penegak hukum.

Seperti pengadaan bahan baku pengolahan air, kaporit, tawas, juga kebutuhan jaringan distribusi air kepada pelanggan.

Lebih lanjut H Thallib menyebutkan, jangan sampai rakyat menjerit karena kinerja mereka yang tidak benar.

Seperti kita kerahui, banyak masyarakat yang kecewa terhadap layanan di PDAM Langsa.

Seperti kita ketahui selama sepekan ini banyak masyararakat mengeluh,
sebelumnya diberitakan, oleh beberapa media di Langsa, kinerja manajemen PDAM Tirta Keumuning Langsa dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat dikabarkan makin memprihatinkan. Suplai air bersih untuk rakyat di beberapa Gampong, terutama dalam sepekan terakhir sering kali, padam.

BACA JUGA :  Polres Lampung Timur Turun ke Lokasi, Usut Klaim Sepihak Sengketa Tanah Wakaf Masjid Nurul Mukmin

Di Kompleks Avina Menteng Indah Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat, warga mengaku sudah seminggu tidak mendapatkan distribusi air bersih hingga harus membeli air lengkong seharga Rp 250 ribu untuk satu tangki.

Menurut warga di kompleks tersebut, distribusi air PDAM ke rumah mereka bukan hanya sekali saja padam tapi sudah berulangkali.

Warga juga sudah sering menyampaikan keluhan krisis air bersih ini kepada pihak manajemen PDAM Langsa, tapi tidak ada tanda-tanda penyelesaian atau tindaklanjut.

Kami minta Pj Walikota Langsa untuk bertindak tegas menyangkut masalah yang ada di PDAM ini agar tidak berlarut-larut. Kami sebagai rakyat tidak butuh bahasa diplomatis, kami butuh tindakan nyata. Karena faktanya sampai hari ini air PDAM saja belum mengalir ke rumah kami” ujar warga.

Sementara itu, fenomena macetnya suplai air bersih dari PDAM Langsa ini juga banyak di keluhkan oleh warga dari Gampong lainnya dalam wilayah Kota Langsa.

Masyarakat berharap, pemerintah Kota Langsa untuk benar-benar memperbaiki manajemen PDAM Langsa, sehingga rakyat tidak di rugikan.

“Berapa banyak uang milik rakyat mengalir ke PDAM Langsa dalam bentuk penyertaan modal atau entah apa lagi nama lainnya. Tapi distribusi air bersih untuk rakyat, selalu saja mengecewakan. Kalau gak sanggup lagi, lebih baik swastakan aja PDAM Langsa biar gak rugi alokasi uang rakyat. Ini yang nampak sejahtera kami liat cuma petinggi-petinggi PDAM nya saja”, kata warga dengan nada kesal. (*)