Aceh Singkil | Realitas – Satpolairud Polda Aceh tergabung dalam tim patroli gabungan menangkap 8 nelayan bersama satu unit boat (Kapal Kayu), menggunakan alat peledak (bom) ikan di Perairan Pulau Banyak Aceh Singkil, Jumat (3/3/2023).
Kapolda Aceh melalui Kasi Sidik Subdit Gakum Dit Polairud Polda Aceh, AKP Riski Adrian SIK MH yang ditemui Realitas di Mapolsek Singkil membenarkan pihaknya ada 6 orang bersama Satpolairud Polres Aceh Singkil dan nelayan setempat mengamankan boat nelayan yang diduga menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak.
Dikatakan, saat ini pelaku yang berjumlah 8 orang sudah diamankan di Polsek Singkil.
Ya, ada 8 orang sudah diamankan, dan sedang proses BAP awal, ucap Riski.
Menyangkut Barang Bukti apa saja yang sudah diamankan, Riski mengatakan pihaknya hanya bisa membenarkan penangkapan itu. Untuk lebih lanjut disebutkan nanti dari Polda Aceh yang mejelaskan nanti, tegas Riski.
Disebutkan, sebelumnya pihaknya mendapat laporan masyarakat bahwa belakangan maraknya aksi pemboman ikan di perairan Aceh Singkil.
Saya baru sehari berdinas di Satpolairud dan langsung ditugaskan patroli ke Aceh Singkil, ucap mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Barat tersebut.
Pantauan Realitas, Jumat malam boat hingga tadi siang boat yang ditangkap tersebut terpaksa berjangkar di lokasi Muara Kuala Gabi Desa Pulo Sarok Aceh Singkil karena pasang surut.
Sore dini hari boat tersebut sudah sabdar tangkahan jembatan tinggi Pulo Sarok dan langsung dipasang police Line.
Menurut salah seorang Kepala Desa dari Pulau Banyak Barat Musmuliadi alias Kadidi di Pelabuhan kargo Syahbandar mengatakan, kapal nelayan Sibolga itu sering terlihat beroperasi menangkap ikan dengan bahan peledak di kawasan perairan Pulau Banyak.
Selain boat boat yang baru ditangkap itu , ada kapal lain yang sering terlihat beroperasi, katanya.(*)


