LHOKSUKON | REALITAS — Mengantisipasi ancaman banjir yang berpotensi terjadi seiring meningkatnya intensitas hujan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara, mulai memperkuat langkah kesiapsiagaan bencana.
Tak ingin menunggu kondisi darurat baru bergerak, jajaran Lapas Lhoksukon melakukan pemeriksaan sekaligus perawatan terhadap sarana transportasi air yang dimiliki. Perahu karet/boat operasional diservis dan disiagakan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir di lingkungan Lapas.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik perahu, kebersihan lambung, kesiapan mesin hingga kelengkapan perlengkapan keselamatan, termasuk pelampung. Seluruh komponen tersebut dipastikan dalam kondisi layak dan siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko mengingat kawasan Lhoksukon dan sekitarnya memiliki potensi mengalami banjir ketika curah hujan meningkat. Kondisi tersebut membuat kesiapan sarana evakuasi menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus dilakukan sebelum keadaan berubah menjadi situasi darurat.

“Pemeriksaan dan perawatan boat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam mengantisipasi potensi banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya memasuki musim penghujan. Seluruh sarana pendukung harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan apabila situasi darurat terjadi,” ujar Muhidfuddin, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, keselamatan warga binaan dan petugas merupakan prioritas utama. Karena itu, kesiapan sarana penyelamatan terus diperhatikan agar apabila terjadi banjir, langkah penanganan dan evakuasi dapat dilakukan secara cepat serta terukur.
Tidak hanya untuk evakuasi, perahu tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung mobilisasi petugas dan pemenuhan kebutuhan logistik apabila genangan atau luapan air menyebabkan akses menuju maupun keluar dari lingkungan Lapas terganggu.
Jajaran Lapas Lhoksukon juga akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta pemeriksaan sarana pendukung secara berkala. Kesiapan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko terhadap warga binaan maupun petugas apabila banjir benar-benar terjadi.
Dengan diservis dan disiagakannya perahu karet, Lapas Kelas IIB Lhoksukon menunjukkan langkah konkret menghadapi potensi banjir. Prinsipnya, sarana keselamatan harus siap sebelum bencana datang, bukan baru dipersiapkan ketika kondisi sudah darurat. (*)

