Banda Aceh | Realitas – Warga Tiga Kabupaten-Kota di Bagian Sumatera Paling Utara Aceh, Kamis (1/12/2022) Subuh dinihari dikejutkan munculnya kabut tebal. Sagop sebutan dalam bahasa Aceh menutupi daerah ini hingga pukul delapan.
Tiga kabupaten-kota yang ditutupi kabut terdiri dari Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh dan Sabang. Masyarakat daerah yang terlambat bangun sangat terkejut melihat fenomena alam yang langka terjadi. Mereka mempertanyakan, “apa gerangan yang terjadi di balik munculnya fenomena alam ini”?
Pagi tadi cuaca tidak begitu dingin, namun ketika para orang tua mengantar anak-anaknya ke sekolah dan karyawan mulai masuk kerja serta pemilik toko mulai menjalankan aktivitas rutinitasnya, kabut masih belum kunjung beranjak juga.
Akibat kabut tebal, praktis warga tiga kabupaten-kota di Indonesia paling barat, dari Nusantara, Kamis pagi ini tidak menatap indahnya sinar mentari pagi. Bukan hanya itu saja, warga ini juga tidak bisa melihat bagaimana birunya langit pagi dan tidak bisa memandang indahnya hijauan Gunung Seulawah ke banggaannya. Gugusan pergunungan Bukit Barisan lainnya yang sering menyapanya setiap pagi hari tidak kelihatan pagi tadi.

Boy Surya, Suami Erlina warga kompleks Perumahan PNS di lampeunerut, Aceh Besar sempat mengontak keluarga di teluk Balohan, Sabang. Warga Pulau Weh itu, juga ditutupi kabut sedikit pekat. Bit Chep Meureudu yang bermukim di Simpang Rima, Pekan Bada, menyebutkan kan hal serupa juga terjadi di kampungnya. Katanya, “Saya pikir abu tebal membungkus pergunungan Mati ie itu bersumber dari eksplorasi gunung batu merah itu untuk kebutuhan timbunan bangunan dan pembuatan pondasi untuk Banda Aceh”.
Para pengemudi bus dan truk asal Kota Medan membenarkan, kabut tebal juga muncul pada lintasan Gunung Selawah. Mereka mengakui sangat sulit melintas pada jalan tanjakan dan turunan tajam yang berliku itu.
Muhammad Reza alias Boim Sigli dan Ny.Syafriati, Kandang, Lhokseumawe, menjelaskan tanpa kabut di daerahnya itu. Tapi, justru daerahnya sedang dilanda hujan lebat sekali. Sebaliknya Dafid dari Kruengsabe, Aceh Jaya, justru menceritakan cuaca di daerah ini sangat cerah dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, apalagi kabutnya.
Sebagian warga di Banda dirundung rasa cemas dengan fenomena langka ini. Apalagi mengaitkan dengan beredarnya issue terdamparnya ribuan ikan segar di Teluk Jakarta kemarin ini. (*)












