Ferry Mursyidan Baldan Mantan Menteri Agraria Meninggal Dunia

oleh -36.579 views
Ferry Mursyidan Baldan
Foto: Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (2014-2016), Ferry Mursyidan Baldan.

 GOOGLE NEWS

Jakarta | Realitas – Kabar duka membalut keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beserta Korps Alumni HMI (KAHMI). Betapa tidak, mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI (1990-1992) Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia, Jum’at (2/12/2022).

Berita duka ini begitu cepat beredar di berbagai grup alumni HMI. “Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Barusan dapat informasi Bang Ferry Mursyidan Baldan telah kembali kepangkuan Allah SWT. Mohon doa dan dimaafkan segala kesalahannya. Semoga Allah memberi Husnul Khatimah,” tulis sejumlah alumni HMI.

Kepergian mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (2014-2016) ini juga dibenarkan salah seorang Pengurus KAHMI Jawa Barat, Asep Wahyu. “Benar, Kang Ferry telah meninggal dunia barusan,” kata Asep.

Begitupun, dia tak menyebut penyebab almarhum meninggal dunia.

Selain di jajaran internal (kader dan alumni HMI). Sosok Bang Ferry, begitu dia akrab disapa, juga bukan figur asing bagi rakyat Aceh.

BACA JUGA :   Daftar Nama Timsel Calon Anggota KPU Tingkat Provinsi

Maklum, dalam karirnya sebagai politisi nasional, almarhum dinilai sangat berjasa terhadap Aceh. Dia merupakan Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (R UUPA) DPR RI, Senayan Jakarta.

Terjun di dunia aktivis mengantarkan Ferry Mursyidan Baldan menjadi menteri. Ia membangun kariernya dari Himpunan Mahasiswa Islam, Partai Golkar, hingga Nasdem. Sebelumnya, ia beberapa kali menjadi anggota DPR RI.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1961 dari pasangan Baldan Nyak Opin Arif dan Syarifah Fatimah. Bapak ibunya orang Aceh yang lama tinggal di Bandung. Ferry anak ke dua dari empat bersaudara.

Sejak kecil, Ferry menamatkan sekolah dasarnya hingga menengah atas di Jakarta. Saat itu dia punya cita-cita ingin menjadi pilot. Alasannya agar bisa keliling dunia. Cita-citanya kandas karena dia berkacamata.

BACA JUGA :   Samsat Jakarta Utara Memberikan Pelayanan Prima dan Profesional

Setelah lulus SMA, Ferry melanjutkan studi di Falkultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Bandung dan lulus pada usia 27 tahun.

Sejak kuliah Ferry terbilang aktif di organisasi mahasiswa, seperti di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Puncaknya dia menjadi Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992.

Setelah lulus kuliah, Ferry menjadi peneliti di Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES), Bandung.

Karier politiknya mulai terlihat saat dia terpilih menjadi Anggota MPR RI pada usia 31 tahun mewakili utusan golangan pemuda pada periode 1992-1997.

Sejak itu dia mulai aktif di organisasi kemasyarakatan dan partai politik. Pada pemilu 1997, dia terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Golkar. Dia kembali terpilih sebagai anggota DPR untuk periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Setelah tidak menjadi anggota dewan, pada tahun 2010, Ferry ikut aktif mendirikan organisasi nasional demokrat (Nasdem). Jelang pemilu 2014, Ormas Nasdem berganti kelamin menjadi partai politik.

BACA JUGA :   Pengadaan CASN 2023 Akan Dibuka Untuk Umum

Bersamaan dengan itu, Ferry juga ikut pindah partai dari Golkar ke Nasdem, partai bentukan Surya Paloh. Sejak itu pula ia terlibat aktif sebagai motor dan think tank Partai Nasdem.

Pada Pilpres 2014, Partai Nasdem salah satu partai pengusung calon presiden Jokowi. Hasilnya, presiden terpilih Jokowi meminta Ferry Mursidan Baldan untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional 2014-2019.

Ferry menjadi orang pertama di kementerian baru yang dibentuk kabinet Joko Widodo ini. Dua tahun berjalan, 27 Juli 2016, Ferry terkena reshuffle kabinet dan digantikan Sofyan Djalil.

Selamat Jalan Bang Ferry, semoga Allah SWT mengampunkan semua dosa dan memberimu husnul khatimah. Aamiin. (*)