IKLAN YARA

PLTU 3-4 Diduga Ingkar Janji Tenaga Kerja Dan Perusahaan Lokal, Keuchik Suak Puntong Kecewa

oleh -37.579 views
PLTU 3-4 Diduga Ingkar Janji Memprioritaskan Tenaga Kerja Dan Perusahaan Lokal, Keuchik Suak Puntong Kecewa

 GOOGLE NEWS

Nagan Raya | Realitas – Perusahaan lokal CV. Malaka Abadi mendatangi perusahan PLTU 3-4 yang dikelola PT. Meulaboh Power Generation (MPG) untuk menjalankan mediasi.

“Yang sedang diperjuangkan ini, supaya MPG dapat memprioritaskan perusahaan dan tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan,”kata Wakil Direktur CV Malaka Abadi, Syahrul, Selasa pagi (22/11/2022).

Namun MPG tidak mengindahkan untuk menerima perusahaan lokal berlegalitas yang bergerak di bidang kontraktor dan supplier atau kontruksi pengadaan barang dan jasa ini untuk mendapatkan kerja baru bagi masyarakat ring satu.

Dengan alasan telah menerima perusahaan lokal lingkup Aceh yang tidak diketahui nama dan keberadaannya, namun dapat dipastikan bukanlah perusahaan lokal Nagan Raya.

“Pekerjaan yg kita minta yaitu pembalut pipa panas turbin atau isolasi. Masak sekaliber perusahan besar PLTU ini tidak memberi alasan tepat kepada kami mengapa tidak bisa diterima perusahan lokal CV Malaka Abadi yang jelas-jelas mempunyai legalitas dan sertifikat,” sebutnya.

BACA JUGA :   Panwaslih Langsa Gelar Rapat Sosialisasi Pengawasan Pemilih Partisipatif

Apalagi, Perusahaan lokal ini telah memenuhi syarat serta mempunyai kemampuan disegi pekerjaan yang telah diminta kepihak perusahaan untuk dijalankan secara konsisten dan maksimal.

Dijelaskan proses mediasi sudah berjalan empat kali hingga kini namun, sama sekali tidak menemui titik terang dan beralasan perlu adanya kehadiran Kepala Desa.

“Pada pertemuan ketiga Sabtu 19 November 2022 MPG menyatakan untuk selanjutnya mengundang Kades dan pertemuan keempat Senin kemarin mediasi juga tertunda dengan alasan tidak tepat bahwa Kades di luar kota,” bebernya.

BACA JUGA :   Wakapolres Lhokseumawe Bagikan Nasi Bungkus Kepada Pengguna Jalan

Lagi pula, kata dia, CV Malaka Abadi berdiri sendiri artinya tidak bertumpang tindih kepada desa, “Kenapa mesti menunggu Kades, toh kami warga desa ring satu dan kenapa harus memperlihatkan foto Kades kepada kami, ada indikasi apa ini sebenarnya MPG dengan foto itu” kata Syahrul dengan raut wajah bingung.

Sementara itu, Keuchik Desa Suak Puntong, Alian Busmi, mengaku menerima undangan dari pihak MPG, namun ia tidak mengetahui secara detail permasalahan yang sedang dihadapi warganya.

“Saat undangan mediasi antara dua perusahaan diterima pada hari sabtu, saya sedang berada di Banda Aceh sampai dengan hari senin kemarin, sehingga saya tidak bisa hadir dalam mediasi tersebut,” kata Keuchik Alian.

BACA JUGA :   Enam Mesin Pompa Air PDAM Tirta Meulaboh Rusak, Pelanggan Mohon Bersabar

Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa MPG wajib bersikap profesional, sebab jauh-jauh hari warga tidak mempermasalahkan perusahan luar Suak Puntong untuk bekerjasama dengannya.

“Saya kecewa selama ini pihak MPG merekrut pekerja dari luar suak puntong, namun tidak satupun mewakili warga lokal,”tegasnya

Oleh karena itu, dirinya meminta MPG dapat mengupayakan perusahaan lokal seperti CV Malaka Abadi menjadi mitra kerjanya dan mengutamakan karyawan ring satu.
“Jangan hanya memprioritaskan perusahan dan pekerja luar,”tutup Alian.

Hingga berita ini tayang, mediaRealitas.com belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak MPG, yang melalui jubirnya enggan menjelaskan terkait permasalahan tersebut. (Rico)