Jika Mediasi Tidak Sepakat, Masyarakat Desa Keban Agung Akan Demo Lagi

oleh -142.759 views
Jika Mediasi Tidak Sepakat, Masyarakat Desa Keban Agung Akan Demo Lagi

Muara Enim | Realitas – Mediasi Masyarakat Keban Agung Bersama empat Perusahaan Tambang Batu Bara tidak mencapai kata sepakat, giat dilaksanakan di balai Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim sumsel, Kamis (24/11/2022).

Lembaga Persatuan Masyarakat Desa (LPMD) dan Masyarakat Keban Agung Bersama PT. Bara Anugrah Sejahtera (BAS), PT. Manambang Muara Enim (MME), melakukan Mediasi terkait Debu Angkutan Batu Bara yang Melintas di Desa Keban Agung.

Hal ini dilakukan merupakan tindak lanjut dari surat yang dilayangkan oleh LPMD pada tanggal 21 November 2022 yang lalu kepada 4 Perusahaan Tambang terkait keluhan dan pengaduan masyarakat terdampak debu angkutan batu bara yang melintas.
dari empat perusahaan yang di undang LPMD untuk mediasi ada dua perusahaan yang tidak hadir yaitu PT.Pasifik Global Utama (PGU), PT.Sriwijaya Bara Priharum (SBP).

Wahyu Alhadiyansyah S.Pd. selaku Sekretaris didampingi Ketua Pengurus dan Anggota LPMD dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemdes dan warga Desa Keban Agung beserta pihak perusahaan yang sudah hadir.

“Adapun maksud dan tujuan kami mengumpulkan masyarakat dipertemuan ini adalah mencari jalan terbaik, mencari solusi, musyawarah mufakat dengan perusahaan, karna masyarakat sudah tidak nyaman lagi terkait debu batu bara,” jelasnya.

Selanjutnya dikatakan wahyu, “berdasarkan data yang kami himpun mulai dari transport yang menabrak rumah warga, ada warga yang meninggal dunia dan anak anak kecil semakin hari semakin banyak yang batuk batuk,” ungkapnya.

Sementara Pajrol Bahri selaku Kepala Desa Keban Agung kepada awak media menyampaikan, apa yang dihasilkan dari rapat pagi hari ini kayak nya keinginan dari pada masyarakat belum membuah kan hasil yang terbaik, kami sudah mengarahkan kepada pihak perusahaan terkait musyawarah pada hari ini agar supaya pihak perusahaan yang di undang semua hadir, tapi yang hadir cuma dua perusahaan, maksud dan tujuan dari masyarakat hari ini juga meminta hasil dari kesepakatan itu, tapi sepertinya perusahaan belum mau memberikan tanggapan yang pasti dengan alasan mereka, management yang mengambil keputusan tidak hadir.

“Pada hari ini juga masyarakat mengambil kesimpulan jika belum ada jawaban dari ke empat perusahaan sampai sore ini, masyarakat sudah sepakat akan mengadakan aksi pemutaran balik mobil batu bara mulai malam ini,” jelas Bahri.

Di ketahui tuntutan warga pada pertemuan ini adalah meminta kontribusi terhadap Perusahaan Batu Bara, diadakan pengecekan kesehatan secara berkala bagi masyarakat, penyediaan air bersih PDAM dan Sumur Bor, ketenagakerjaan yang seimbang, minta di pekerjakan ibu ibu untuk menyapu jalan, menyediakan mobil pengangkutan sampah khusus Desa Keban Agung.

H. Akuam mewakili dari PT. BAS dalam sambutan nya menyampaikan, saya sangat menyadari apa yang di rasakan masyarakat saya juga ikut merasakan seperti yang bapak ibu rasakan, terkait debu dan air bersih, lingkungan dan tenaga kerja. Untuk memutuskan hal hal tertentu sangat terbatas yang bisa kami putuskan tapi lebih banyak yang bisa kami sampaikan ke management, karna kami tidak sendiri, ada PGU, SBP dan yang hadir hari ini hanya dua yaitu BAS dan MME maka tentu kami juga tidak bisa menanggung ini sendiri.

“Karna yang beroperasi di jalan itu ada yang nama nya IUP sebatas, IUP sejalur ada MME, BAS, PGU dan SBP, dua itu tidak hadir tentu tidak bisa kami memutuskan hanya menanggung kami berdua, sudah beberapa kali juga kami rapat di Pemkab dan DPRD Muara Enim juga sudah di sampaikan keluhan yang sama dari masyarakat, oleh karna itu kepentingan perusahaan tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat, oleh karna itu hal hal yang berkaitan di sampaikan tadi, air bersih isu lingkungan, debu, dan ketenaga kerjaan itu akan di sampaikan ke management kami,” urainya.

di tambahkan Akuam, Soal kontribusi mari kita bicara sama sama sebab kami tidak sendiri ada perusahaan lain yang nama nya pemilik IUP sejalur,” imbuhnya.

Senada dari Prima mewakili PT. MME, “untuk aspirasi dari warga semua akan di sampai kan ke management,” ujarnya.

Terkait tuntutan warga yang belum ada jawaban pasti dari pihak perusahaan dalam hal ini PT BAS dan PT MME, PT PGU ,PT SBP warga Desa Keban Agung sepakat akan turun ke jalan mengadakan penyetopan angkutan batu bara untuk balik arah sampai ada kesepakatan dengan masyarakat Desa Keban Agung, hal ini di tuangkan dalam kesimpulan pertemuan atau notulen rapat yang di tanda tangani para pihak.

Turut hadir kades ,Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, Ketua Adat H.Harun Mahudin A.Md, LPMD dan Masyarakat Keban Agung. (M Umar)