Disnaker Kota Pekanbaru Miliki Strategi Dalam Menekan Angka Pengangguran

oleh -125.759 views
Disnaker Kota Pekanbaru Miliki Strategi Dalam Menekan Angka Pengangguran
Kabid Pembinaan Penempatan dan Peluasan Kesempatan Disnaker kota Pekanbaru Abdul Rahim SP, MMA

Pekanbaru | Realitas – Angka pengangguran di kota Pekanbaru pada akhir tahun 2021 diketahui sebesar 8,22% atau sebanyak 44.000 orang yang masih belum memiliki pekerjaan. Angka tersebut berkurang dari tahun 2020 lalu, yakni 8,65%.

Hal ini disampaikan oleh Kadisnaker kota Pekanbaru H. Abdul Jamal M.Pd melalui Kabid Pembinaan Penempatan dan Peluasan Kesempatan Disnaker kota Pekanbaru Abdul Rahim SP, MMA pada Selasa 04 Oktober 2022 di ruang kerjanya.

Namun ia mengatakan bahwasanya angka pengangguran tersebut masih diatas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tingkat nasional maupun provinsi.

Untuk di tingkat nasional sambungnya, angka pengangguran sebesar 5,4% sedangkan di tingkat provinsi 4,9% dan tingkat kota 8,29%.

Menurutnya juga, tingginya angka pengangguran di kota Pekanbaru tidak terlepas dari pertumbuhan pencari kerja yang tidak sebanding dengan peluang kesempatan kerja.

“Jadi disaat kegiatan rakor di pusat beberapa waktu lalu, diindikasikan pengangguran disupport oleh banyaknya penduduk pendatang dari luar daerah kota Pekanbaru. Maka mereka dapat dikatakan setelah enam bulan tidak mendapatkan pekerjaan, bisa disebut sebagai pengangguran sesuai kesimpulan dari pihak Badan Pusat Statistik,” sebut Abdul Rahim.

BACA JUGA :  Hasil Investigasi Media Realitas : ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Diduga Pungut Fee Proyek Revitalisasi sekolah Aceh Timur ‎

Selain itu, menurutnya tidak semua lowongan pekerjaan dapat diisi oleh para pencari kerja, karena tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang mereka miliki.

“Dari lowongan tersedia tersebut sekitar 80 persen yang dapat diisi, dan sisanya tidak sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan tersebut,” imbuhnya.

Adapun upaya langkah antisipasi dalam menekan angka pengangguran, Pemerintah kota Pekanbaru melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terdapat beberapa kegiatan yang akan dan telah dilaksanakan, diantaranya penempatan tenaga kerja di sektor formal seperti pelaksanaan pameran kesempatan kerja, job kanvasing artinya turun langsung ke perusahaan-perusahaan untuk mengidentifikasi lowongan kerja yang dibutuhkan.

“Dan ketika kita perusahaan tersebut memberikan kriteria kebutuhan tenaga kerja, maka akan kita umumkan melalui media aplikasi kita maupun di papan bursa yang terpampang di kantor kita,” jelas Abdul Rahim.

“Pada tahun 2022 ini, program kita dalam menekan angka pengangguran dengan upaya pemberdayaan tenaga kerja mandiri, caranya penciptaan wirausaha yaitu kita latih masyarakat dengan ketrampilan-ketrampilan yang bermanfaat. Sehingga masyarakat bisa membuka peluang usaha, seperti kuliner dan lain sebagainya,” tambahnya.

BACA JUGA :  LSM KANA Dan LBH Iskandar Muda Aceh Desak Kejati Aceh : Usut Dugaan Pungli Proyek Revitalisasi Sekolah di Aceh Timur

Ia juga menyampaikan, upaya yang sangat berpengaruh untuk menekan angka pengangguran yakni dengan menggunakan aplikasi Sistem Antar Kerja atau dinamakan dengan SIMANJA.

Didalam sistem SIMANJA, para pencari kerja terlebih dahulu mendaftarkan diri dan akan mendapatkan kartu Ak1 dan pihak perusahaan akan melaporkan lowongan pekerjaan yang dibutuhkannya.

“Maka dari itu kita satukan program tersebut yang dikelola oleh satu aplikasi sistem SIMANJA ini, yakni pencari kerja mendaftar mencari kerja dan perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi job maching atau kesesuaian satu dengan yang lainnya,” ungkap Abdul Rahim.

Terakhir jelasnya, tujuan dari aplikasi SIMANJA ini adalah mempertemukan para pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja secara online, sehingga lapangan pekerjaan tersebut dapat terisi dengan kebutuhan kerja dari perusahaan.

“Kesimpulannya SIMANJA bermakna memanjakan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan dan sebaliknya juga memanjakan pihak perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” tutup Abdul Rahim seraya mengatakan aplikasi SIMANJA telah terkoneksi dengan lebih kurang ratusan pihak perusahaan yang dibutuhkan. *(mrz)