IKLAN YARA

Ratusan Warga Malaysia Jadi Korban Penipuan Ketenagakerjaan

oleh -48.579 views
Ratusan Warga Malaysia Jadi Korban Penipuan Ketenagakerjaan
Foto ilustrasi

 GOOGLE NEWS

Kuala Lumpur | Realitas – 195 warga Malaysia menjadi korban sindikat penipuan ketenagakerjaan di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand dan 87 di antaranya telah berhasil diselamatkan, kata Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah.

Saifuddin dalam keterangan pers yang diikuti secara daring di Kuala Lumpur, Minggu, (4/9/2022) mengatakan Kementerian Luar Negeri (KLN) Malaysia menerima surat dari anggota parlemen di Melaka pada 2 September 2022 yang meminta bantuan dan kerja sama untuk membebaskan dan membawa pulang warganya yang menjadi korban sindikat penipuan ketenagakerjaan di beberapa negara tersebut.

BACA JUGA :   Ditinggal Istri Pergi ke Pasar, Ayah Tiri Gagahi Anak Tirinya

Kementerian menanggapi serius laporan terkait warga Malaysia yang menjadi korban sindikat tersebut, dan melalui perwakilannya di luar negeri selalu bekerja sama dengan otoritas negara setempat untuk membantu menyelamatkan mereka, katanya.

Selain itu, ia mengatakan, KLN juga bekerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) untuk memungkinkan para korban segera dibawa pulang.

Hingga 2 September 2022, jumlah korban sindikat penipuan ketenagakerjaan yang dilaporkan di Kamboja ada 148 orang, Laos 22 orang, Myanmar dua orang, dan Thailand 23 orang.

BACA JUGA :   Polisi Grebek Kampung Boncos, Delapan Orang Positif Narkoba

Sedangkan korban yang berhasil diselamatkan dan dipulangkan dari Kamboja sebanyak 65 orang, Laos 10 orang, Myanmar 2 orang, dan Thailand 10 orang.

Semua laporan dan dokumen yang diterima oleh KLN, menurut Saifuddin, akan didistribusikan langsung ke Perwakilan Malaysia terkait untuk segera ditindaklanjuti dengan otoritas negara di mana warganya menjadi korban penipuan tersebut.

Pada saat yang sama, proses tersebut tentu akan tunduk pada prosedur dan hukum di negara-negara terlibat di mana keperluan investigasi, spionase, upaya penyelamatan, dokumentasi dan sebagainya mengambil waktu, ujar dia.

BACA JUGA :   Siswi SD Dirudapaksa Tetangganya

Ia meminta individu atau kerabat yang menjadi korban sindikat tawaran pekerjaan palsu di luar negeri untuk melapor dan membuat laporan polisi untuk membantu penyelidikan yang tepat.

Selain itu, dirinya mengingatkan agar warganya lebih waspada terhadap tawaran bekerja di luar negeri, terutama untuk pekerjaan yang menawarkan gaji besar dan diterima melalui platform media sosial seperti Facebook, Telegram, Wechat dan lain-lain. (*)

Sumber: antara