Masyarakat Simpang Ulim Desak Pemerintah Untuk Bangun Jembatan Penghubung Antar Desa

oleh -390.759 views
Masyarakat Simpang Ulim Desak Pemerintah Untuk Bangun Jembatan Penghubung Antar Desa
Jembatan yang letaknya Antara Gampong Alue Buloh Sa dan Gampong Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Sebtu (3/9/2022) foto/mediarealitas

Idi | Realitas – Masyarakat di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, mendesak kepada Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, agar membangun jembatan permanen yang letaknya Antara Gampong Alue Buloh Sa dan Gampong Bantayan.

Mirisnya, jembatan yang sering dilalui kendaraan roda Dua dan Empat itu dibuat oleh warga sekita dengan seadanya saja supaya bisa menyebrang ke desa sebelah.

Maka oleh karena itu warga menyebut jembatan tersebut sudah layak untuk dibangun oleh pemerintah Aceh Timur, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat karena sejak belasan tahun terakhir mereka hanya mengandalkan jembatan sementara yang di bangun dengan cara swakelola yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Keuchik Gampong Alue Buloh Sa, Munazir Arani,S.Kep, saat dihubungi Media Realitas, Sabtu (3/9/2022) mengatakan jembatan sementara ini panjangnya lebih kurang 22 meter dengan lebar 1,5 meter.

Kata Munazir, jembata itu merupakan akses utama warga dari Gampong Matang Rayeuk, Teupin Breuh, Blang Nie, Alue Buloh Dua, Bantayan dan Gampong Alue Buloh Sa.

Lanjut Munazir, warga setempat melewati jembatan itu untuk menjual hasil buminya ke pusat kecamatan Simpang Ulim, dan itu masyarakat yang bersatus Nelayan.

Jembatan yang letaknya Antara Gampong Alue Buloh Sa dan Gampong Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Sebtu (392022) fotomediarealitas
Jembatan yang letaknya Antara Gampong Alue Buloh Sa dan Gampong Bantayan, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Sebtu (392022) fotomediarealitas

“Jembatan sementara itu, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena landasannya menggunakan kayu yang setiap bulan harus diganti karena lapuk terkena hujan dan panas.

Bahkan setiap minggu, warga harus menyiapkan landasan kayu yang patah karena terlindas sepeda motor dengan beban berat,dan kadang warga terjatuh saat melewati jembatan tersebut” ujarnya.

Sehingga warga berharap pembangunan jembatan permanen dapat dikabulkan dinas terkait di Pemkab Aceh Timur ataupun Provinsi karena sudah belasan tahun, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membawa hasil buminya, sehingga keuntungan yang didapat habis untuk biaya transportasi.

Sedangkan keberadaan jembatan dapat mempersingkat jarak warga untuk sampai ke pusat kecamatan, dibandingkan menggunakan jalan lain yang lebih jauh dengan kondisi rusak.

“Di Tahun 2019 Jembatan tersebut masuk dalam Projeck Pembangunan kalau tidak salah Pokkir salah satu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) karena dengan kendala Pandemi Covid 19 melanda Indonesia bahkan dunia, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut di batalkan ,” jelasnya.

Sementara Keuchik Gampong Matang Rayeuk, Junaidi, mengatakan kita sangat berharap jembatan tersebut yang dilalui ratusan warga dari beberapa desa setiap harinya segera dibangun karena merupakan akses cepat perekonomian warga dari beberapa desa.

“Tentunya kita minta Pemkab Aceh Timur dan Provinsi, untuk membangun jembatan permanen, agar aktifitas warga dapat berjalan normal dan beberapa desa dapat dilalui kendaraan roda empat untuk membawa hasil bumi dengan tarif murah ke kecamatan ,” ujarnya.

Ketua Forum Keuchik Simpang Ulim, Abdullah Ishak kepada Media Realitas mengatakan, kita sangat mendukung dengan pembangunan jembatan yang letaknya di Desa Alue Buloh Sa dan Gampong Bantayan untuk segera di bangun karena jembatan tersebut sudah lama tidak terbangun bahkan sudah puluhan tahun kondisinya sangat memprihatinkan, ujarnya.

Sementara itu, Camat Simpang Ulim, Russamin,SE saat di hubungi mengatakn, kami dari pihak Pemerintah Kecamatan juga sangat mendukung Usulan Jembatan para Keuchik yang ada dibeberapa Gampong tersebut karena Jembatan itu sangat Prioritas bagi warga nelayan yang ada dibeberapa Gampong tersebut, ujarnya singkat. (*)

BACA JUGA :  Tiga Penambang Emas di Aceh Jaya Meninggal Tertimbun Longsor