Terangsang Bau Parfum, Dua Pria Nekat Lecehkan Gadis 16 tahun

oleh -90.579 views
Terangsang Bau Parfum, Dua Pria Nekat Lecehkan Gadis 16 tahun
Foto Ilustrasi

Jambi | Realitas – Gadis berusia 16 tahun jadi korban pemerkosaan dua pria di kebun sawit.

Ia dipaksa melakukan hubungan badan dengan pria yang salah satunya merupakan mantan pacarnya.

Dia diperkosa di area kebun sawit di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Gadis manis itu disetubuhi setelah dijebak di sebuah kebun sawit.

Keduanya secara begantian berhubungan badan dnegan korban yang dalam kondisi syok.

Korban memang sama sekali tidak menyangka kalau malam itu akan menjadi objek hasrat dua pemuda.

Padahal ia sama sekali tidak kepikiran harus melayani dua orang pria dalam satu malam.

Namun, hati itu ia dijebak dan tak kuasa melawan kedua pelaku yang tentu saja punya kekuatan fisik.

Korban merupakan seorang gadis berusia 16 tahun berinisial M. Ia dipaksa melakukan hubungan badan dengan pria yang salah satunya merupakan mantan pacarnya

Dua tersangka adalah FA (19) dan IS, warga Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi.

“Ya. Untuk perkara pemerkosaan sudah tahap dua minggu lalu,” ujar Kapolres Batanghari AKBP M Hasan, Senin (18/7/2022).

Hasan mengungkapkan, peristiwa pemerkosan dua remaja terhadap remaja tersebut terjadi pada awal Mei lalu.

Kini, kedua tersangka resmi menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari, setelah berkas tersangka dilimpahkan tim Penyidik Unit PPA Polres Batanghari.

Dari pengakuan tersangka, mereka memperkosa korbannya karena terangsang bau parfum yang dipakai korban.

“Jadi bau parfum yang membuat pelaku berniat ingin menyetubuhi korban,” ujar Hasan.

Kejadian pemerkosaan terjadi saat FA, mantan pacar korban, meminta agar IS untuk menghubungi korban dan janjian bertemu di salah satu desa di Kecamatan Pemayung.

Setelah korban setuju, pelaku IS menjemput korban, sementara pelaku FA masih menunggu di rumah temannya.

Pelaku IS kembali menjemput FA di rumah temannya tersebut dan mereka pergi berboncengan tiga dengan korban di atas motor.

Namun di perjalanan mereka berhenti di pinggir jalan, tepatnya di depan musala yang tengah dibangun.

“FA tinggal, sementara pelaku IS dan korban bergerak dengan sepeda motor ke kebun sawit milik warga, dari pengakuan pelaku niat itu muncul karena mencium bau parfum korban,” tambahnya.

Selanjutnya, pelaku IS memaksa korban untuk membuka pakaiannya. Jika tidak mengikuti keinginan pelaku, korban diancam akan ditinggalkan di sana sehingga terjadilah aksi bejat tersebut.

Setelah melakukan itu, IS pun kembali menjemput FA yang menunggu di musala. Setelah berada dekat korban, FA pun melakukan perbuatan serupa, yakni memperkosa korban.

Kasus ini jadi pelajaran bagi para orangtua. Selalu perhatikan pergaulan anak untuk memastikan mereka tidak terjerumus pada pergaulan yang buruk.

Apalagi pelaku kejahatan semakin dekat dengan memanfaatkan kesempatan mereka.(*)

Sumber : SI