IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

YARA Minta Kajati Aceh Segera Tindak Lanjut Temuan BPK Sejumlah Proyek Di Pemko Langsa

oleh -185.579 views
YARA Minta Kajati Aceh Segera Tindak Lanjut Temuan BPK Sejumlah Proyek Di Pemko Langsa
Ketua YARA Langsa, H A Muthallib Ibr, SE,.SH,.M.SI.M.Kn (FOTO ist)

 GOOGLE NEWS

Langsa | Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, H A Muthallib Ibr, SE,.SH,.M.SI.M.Kn, meminta Kajati Aceh, segera tindak lanjut temuan, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh.

Dalam hal ini Kajati Aceh harus segera tindak lanjut, ujar H A Muthallib kepada Wartawan di kantor YARA, Kamis, (30/6/22) sore.

Temuan BPK sudah dikatagori ada unsur kejahatan kurupsi uang Negara, ujarnya Muthallib.

Sebagai mana kita ketahui, BPK Perwakilan Aceh menemukan tujuh paket (proyek) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Langsa dikerjakan kurang volume dengan total mencapai Rp 278,7 juta, kata Muthallib yang juga advokad.

Sebagai mana kita ketahui, pada tahun 2021, Pemko Langsa menganggarkan Belanja Modal sebesar Rp 190,6 miliar dengan realisasi sebesar Rp 184,3 miliar atau 96,69 persen dari anggaran, yang diantaranya direalisasikan untuk Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan- Pengadaan Jalan sebesar Rp 73 miliar pada Dinas PUPR, ujar H Thallib mantan Wakil Ketua PWI Aceh.

BACA JUGA :   YARA Langsa Minta Polisi Usut Kasus Pungli Tenaga Kontrak di Kantor DLH Kota Langsa

Dari hasil pemeriksaan tim BPK Perwakilan Aceh melalui reviu dokumen kontrak dan pemeriksaan fisik atas paket pekerjaan peningkatan jalan pada Dinas PUPR Langsa menunjukkan adanya kekurangan volume atas tujuh paket pekerjaan peningkatan jalan sebesar Rp 278,7 juta, ini harus segera di tangai Kajati Aceh.

Sebagai mana kita ketahui ada tujuh paket proyek yang dikerjakan kurang volume tersebut yakni, Pekerjaan Peningkatan Jalan, dalam wilayah Pemko Langsa, ujar H Thallib, yang juga Dosen FH Unsam.

BACA JUGA :   Kapolres Lhokseumawe Pimpin Upacara Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek

Ada beberapa proyek yang hasil temuan BPK harus segera ditindak lanjut kejalur hukum, seperti paket proyek Peningkatan Jalan Rumah Potong, BPK menemukan kekurangan volume sebesar Rp 34,6 juta dari nilai kontrak proyek sebesar Rp 2,4 miliar.

Lebih lanjut H Thallib, dikatakan juga pada Pekerjaan Lanjutan Peningkatan Jalan Hutan Kota Kebun Baru PTPN 1 Langsa, BPK menemukan kekurangan volume sebesar Rp 25,9 juta dari nilai kontrak Rp 2,9 miliar.

Kata H Thallib pada pekerjaan peningkatan Jalan Rambutan dimana BPK menemukan kekurangan volume sebesar Rp 5,8 juta dari nilai kontrak sebesar Rp 995,2 juta.

BACA JUGA :   290 Orang Keuchik Terpilih Dilantik

Menurut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK seperti kekurangan volume pada proyek-proyek tersebut terjadi karena Kepala Dinas PUPR Langsa selaku Pengguna Anggaran kurang cermat dalam mengawasi pelaksanaan anggaran OPD yang dipimpinnya.

Hal ini juga terjadi dikarenakan PPK dan PPTK kurang cermat dalam melakukan perhitungan, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan fisik di lapangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing, ujarnya.

Kita minta tim kejati Aceh harus segera sikapi dan segera tindak lanjut serta periksa pihak pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi, tutup H Thallib. (*)