IKLAN YARA

Nova Eliza Protes Soal Ganjar Dapat Gelar Teuku dari Masyarakat Aceh

oleh -19.579 views
Nova Eliza Protes Soal Ganjar Dapat Gelar Teuku dari Masyarakat Aceh
foto : istimewa

Jakarta | Realitas – Nova Eliza Protes Keras soal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Dapat Gelar kehormatan Teuku dari Masyarakat Provinsi Aceh.

Gelar yang diberikan oleh masyarakat Aceh ini ditandai dengan penyematan kepiah mekeutob dan rencong kepada Ganjar yang dalam adat Aceh dinamakan ritual peusijuek.

Adapun pemberian gelar ini dilakukan di rumah Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Prof. Dr. Herman Fithra. Pemberian gelar dipimpin oleh Ketua Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe M Jalil Hasan.

BACA JUGA :   Polisi Beri Pengamanan Demi Kelancaran Pelaksanaan Hari Raya Waisak

Namun hal itu diprotes oleh Nova Eliza sebagai artis keturunan Aceh. Ia menyebut gelar itu seharusnya diberikan kepada orang yang memiliki garis keturunan Aceh.

“Saya pribadi sebagai orang Aceh menolak keras pemberian ‘Teuku’ kepada siapapun kecuali ada garis keturunan,” kata Nova Eliza di Instagram.

“Apa bapak ada keturunan bangsawan Aceh sampai mendapat gelar Teuku? Apa ayahanda dari pak Ganjar mempunyai gelar Teuku?” ujarnya lagi.

BACA JUGA :   Cage Muda Dan Visioner Ingin Mewujudkan Kemandirian Gampong

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Prof. Dr. Herman Fithra menegaskan pemberian gelar Teuku kepada Ganjar telah melalui proses rembuk sebelumnya.

“Kami dengan beliau Ketua Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe, kita berembuk memberi gelar kepada Bapak Ganjar, kita melihat sepak terjang beliau dalam membangun Indonesia khususnya Jawa Tengah,” ujar Herman dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2022).

Herman menilai Ganjar merupakan sosok pemimpin yang memiliki kedekatan dengan semua golongan tanpa memandang status sosial. Menurutnya, jarang ada tokoh bangsa yang seperti Ganjar.

BACA JUGA :   Rumah Warga di Aceh Dilemparan Bom Melotov

“Yang saya rasa dan semua orang rasa, beliau sangat humble dan sangat dekat dengan semua lapisan tanpa melihat status sosial. Ini sebenarnya yang kita harapkan tokoh-tokoh bangsa punya karakter seperti ini,” tutur Herman.

“Karena itu, kita sepakat memberikan gelar, Teuku Ganjar Pranowo,” tandasnya. (*)

Sumber: detikhot