Diduga Sarat Penyimpangan, Bantuan (UPPO) Tak Tepat Sasaran

oleh -212.579 views
Diduga Syarat Penyimpangan, Bantuan (UPPO) Tak Tepat Sasaran
Diduga Syarat Penyimpangan, Bantuan (UPPO) Tak Tepat Sasaran (foto istimewa)
Penulis: M Reza
Editor: Rostani

 GOOGLE NEWS

Bireuen | Realitas – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bireuen, diisukan telah menyerahkan beberapa unit alat bantuan Program Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) kepada kelompok petani, Sejak 2021 lalu.

Padahal progaram tersebut sangat lah bermanfaat bagi masyarakat untuk Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) adalah upaya memperbaiki kesuburan lahan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, yang difasilitasi dengan Pembangunan Unit Pengolah Pupuk Organik, yang terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bakfermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda 3, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.

Tersedianya Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) mendukung sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat dan peternakan diutamakan pada kawasan Desa Organik.

BACA JUGA :   Kejari Jakbar Hentikan Dua Kasus Pidum Lewat Restorative Justice

Namun program tersebut diduga malah di permainkan oleh para tikus-tikus kantor yang suka ingkar janji lalu sembunyi, seperti bantuan yang di lakukan secara terselubung, agar para mafia- mafia dapat bergerak dengan leluasa untuk memberi kan bantuan kepada kelompok (Kapoktan) yang sudah di atur dengan Rapi untuk mengelabui bantuan ke mentrian itu,

Seperti pegakuan salah satu sumber kepada media ini di dinas terkait, yang tidak ingin disebut namanya mengatakan ada beberapa bantuan (UPPO) unit pengolah pupuk organik.

terdiri satu set bantuan berupa satu buah Chopper, 1 kendaraan roda tiga, serta satu unit pembangunan rumah kompos, yang diberikan masing-masing kepada kelompok tani, seharus nya kelompok tani yang dipilih merupakan kelompok yang telah memilih embrio atau pernah dan potensi melakukan produksi pupuk organik, ungkap sumber kepada media ini,

Dirinya melanjutkan bantuan tersebut diberikan secara sembunyi-sembunyi dan tidak transparan dan diduga ada pemotongan anggaran bantuan tersebut yang dilakukan oleh dinas terkait, apalagi Satu set bantuan masing-masing bernilai Rp180 hingga Rp200 juta apa lagi itu ada beberapa kelompok bisa di katakan kelompok siluman, pungkasnya kepada media ini Senin (11/4/2022).

Namun kabid di bidang sarana dan prasarana Dedi Suheri, S. TP Senin 11-april/2022. Sekira pukul 09:05 Wib, belum jugak masuk kantor sehiga awak media ini mencoba menghubunginya beberapa kali melalui henpon pribadinya jugak tidak terjawab.

BACA JUGA :   Santri Terseret Arus Pantai Wisata Trienggadeng

Namun Kepala dinas pertanian dan perkebunan Irwan, SP saat dikonfirmasi media ini melalui handphone seluler pribadinya mengatakan. Dirinya sedang kurang sehat, namun dirinya menjelaskan bahwa kelompok penerima sejumlah 15 kelompok kaputan, dan itu dianggarkan melalui APBN, namun terkait prihal lain, coba tanyakan lasung dengan ibuk Epi.

Bawahan Kabid, bidang sarana dan prasarana ungkap kepala dinas pertanian dan perkebunan kabupaten Bireuen.

Namun media ini langsung menemui ibu Epi di ruangan kerjanya, sekitar pukul : 10.32 Wib namun ibuk saat di cecerkan pertanyaan oleh awak media, terkait nama kelompok penerima Bantuan (UPPO) malah mulai bingung dan tidak berani menjawab nama-nama kelompok penerima bantuan tersebut itu. (*)