MEDIAREALITAS.COM – Resiko, ternyata patah hati itu bisa menyebabkan kematian dan atau menghilangkan nyawa karena patah luka hati itu tidak main main hingga bisa trauma.
Oleh karena itu, efek dari rasa sakit emosional dan mental akan berdampak pada rasa trauma fisik dan kerusakan yang bisa diakibatkan oleh patah hati.
Sebagai efek yang ditimbulkan, dimana hal tersebut dikenal dengan sindrom patah hati.
Adapun gejala sindrom patah hati termasuk sesak napas serta nyeri di dada.
Efek yang ditimbulkannya ini dikenal dengan sindrom patah hati.
Adapun gejala sindrom patah hati termasuk sesak napas serta nyeri di dada.
Namun untungnya, pada serangan jantung, hal itu tidak menciptakan penyumbatan di arteri yang mengganggu aliran darah.
Dikutip pada Senin, 27 Desember 2021, anehnya, sistem kekebalan tubuh sendirilah yang dapat menjadi salah satu faktor utama kondisi ini.
Hal itu lantaran intensitas trauma emosional atau fisik bisa menyebabkan respons yang bisa mempengaruhi jaringan jantung.
“Kami menemukan bahwa sindrom patah hati memicu badai dalam sistem kekebalan yang mengakibatkan peradangan akut pada otot jantung.
Otot jantung kemudian menumpahkan sinyal peradangan yang kemudian beredar ke seluruh tubuh,” kata pemimpin peneliti Dana Dawson, Profesor di University of Aberdeen, Skotlandia, seperti yang dilaporkan dalam IANS.
“Sindrom patah hati adalah kondisi serius yang disebabkan oleh stres yang mempengaruhi terutama wanita dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan jaringan parut pada otot jantung.
Anehnya, masih ada kesenjangan besar dalam pengetahuan kita tentang biologi yang mendasarinya,” ujar Profesor Metin Avkiran, Associate Medical Director di British Heart Foundation yang mendanai penelitian itu.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation ini menunjukkan bahwa obat yang dikhususkan untuk peradangan mungkin dapat memperbaiki patah hati.
Sumber : portalsu
Editor : Yudi


