IKLAN YARA

Napi di Rutan Kelas IIB Banda Aceh Tewas Gantung Diri

oleh -25.489 views
Napi di Rutan Kelas IIB Banda Aceh Tewas Gantung Diri
Ilustrasi
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Narapidana (Napi) kasus Narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh ditemukan tewas di dalam sel diduga gantung diri.

Hal itu diketahui tewasnya seorang napi narkoba di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Banda Aceh ditemukan tewas gantung diri.

Korban Diketahui bernama Riski Ramadhan (26).

Karutan Negara Kelas IIB Banda Aceh, Irhamuddin mengatakan, peristiwa gantung diri sudah terjadi sejak Selasa pekan lalu (9/11/2021).

BACA JUGA :   Dirut dan Dirkeu Jasa Raharja Raih Penghargaan TOP BUMN Awards 2021

Namun, kasus ini baru muncul ke publik pada hari ini Senin (15/11/2021).

“Sudah dilakukan pemeriksaan kantor wilayah (Kemenkumham Aceh), dan hasil pertama kejadian murni bunuh diri,” kata Irhamuddin, Senin (15/11/2021).

Sebelum meninggal, dia, yang bersangkutan juga sedang menjalani sanksi karena melakukan pelanggaran berat.

Menurutnya, peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat petugas melakukan kontrol, dan terlihat yang bersangkutan dalam keadaan lemas dengan kondisi yang terdapat bekas jeratan di lehernya.

BACA JUGA :   Gampong Alue Dua Bakaran Batee Dan Polres Langsa Gelar Vaksin

“Dia ada jeratan di leher, diduga gantung diri menggunakan baju lengan panjang dengan tergantung di pintu. Karena dia pendek jadi menggantung di situ,” katanya.

Kemudian, petugas langsung membawanya ke klinik. Korban saat itu sudah tidak sadar diri dan susah bernafas, sehingga perlu ditangani oleh tim kesehatan Rutan.

Setelah dilakukan pertolongan pertama, lanjut Irhamuddin, kemudian dilanjutkan ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh guna perawatan secara intensif.

BACA JUGA :   5 Terdakwa Kasus 77 Kg Sabu di Aceh Timur Dituntut Hukuman Mati

“Namun setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” kata Irhamuddin.

Selain itu, Irhamuddin juga belum dapat memastikan untuk ada lebam-lebam pada tubuh korban sebelum meninggal.

Irhamuddin menjelaskan, ditempatkan di kamar isolasi (karantina) seorang diri, tidak digabungkan dengan yang lainnya karena pemeriksaan. (in/red)