Banda Aceh I Realitas – Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM Repsus mengapresiasi kerja cepat jajaran Polda Aceh yang berhasil menungkap serta menangkap pelaku penembakan Pos Polisi di Aceh Barat dan penembakan terhadap Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Kapten Almarhum Abdul Majid, di Kabupaten Pidie.
“Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan bahwa Kapolda Aceh Irjen Polisi Ahmad Haydar benar-benar tidak memberi ruang kepada pelaku kejahatan. Sehingga, Aceh tetap aman selamanya,” sebut Ketua Umum DPP LSM Repsus, Azhar Budiman, kepada wartawan Media Realitas, Senin (1/11/2021).
Menurutnya, dengan ditangkapnya pelaku penembakan, maka spekulasi siapa pelaku dan motifnya telah terjawab.” Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh Ahmad Haydar dan jajarannya dengan waktu yang tidak begitu lama berhasil membekuk para pelaku,” sebut Azhar.
Lanjut Azhar, penangkapan pelaku penembakan sangat penting mengingat Aceh pernah mengalami konfil yang panjang. Sehingga, damai Aceh yang selama ini telah dirasakan masyarakat bisa selalu terjaga.
“Saya juga mengapresiasi kepada jajaran Polres Pidie yang telah bekerja keras, mengungkap dan menangkap pelaku penembakan Dantim Bais,” pungkasnya.
Seperti diberitakan media ini Minggu, 31 Oktober 2021, Penembak Anggota TNI Ditangkap, Kabid Humas: Motifnya Perampokan.
Tiga pelaku penembakan anggota TNI yang terjadi di Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie telah ditangkap.
Penangkapan ke tiga pelaku tersebut dilakukan pada hari Minggu, 31 Oktober 2021 dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Padli, SH., SIK., MH., yang ikut dibackup oleh Polisi Militer serta personel Polda Aceh.

Hal tersebut dinyatakan secara resmi oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam konferensi persnya, Minggu (31/10/2021) di Mapolda Aceh.
Winardy menyampaikan, pelaku yang ditangkap adalah D (43) bekerja sebagai petani dan berperan sebagai penyedia senjata. Lalu F (42), tukang cukur, sebagai eksekutor, serta M (41) bekerja sebagai wiraswasta sebagai perencana pertemuan dan kenal dengan korban.
“Pelaku yang ditangkap adalah D, F, dan M. Pelaku M kenal dan mengetahui keseharian korban. Motif penembakan ini adalah perampokan,” sebutnya.
Ia menambahkan, dalam perampokan itu, puluhan juta uang pelaku turut diambil oleh pelaku.
Winardy juga membeberkan, pelaku M pertamanya mengajak ketemu korban di TKP. Namun di TKP ada dua pelaku lain yang menunggu dan melakukan perampokan.
Perampokan tersebut telah direncanakan oleh ke tiga pelaku sehari sebelum eksekusi di Kebun Cabe milik pelaku D.
“Saat ini pelaku diamankan di Polres Pidie untuk dilakukan pendalaman. Masyarakat diharap tenang dan jangan terprovokasi karena kejadian ini,” tutupnya. (red)

