IKLAN YARA

Hari Radio Nasional 2021, Simak Sejarahnya Diperingati 11 September

oleh -50.489 views
UPDATE CORONA

Hari Radio Nasional 2021 diperingati pada 11 September. Hari Radio Nasional juga merupakan hari lahirnya Radio Republik Indonesia (RRI).

Hari Radio Nasional 2021: Berawal di Tahun 1945

Jika berbicara mengenai sejarah Hari Radio Nasional, hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sejarah RRI. RRI dibentuk pada saat sebulan setelah radio siaran milik pemerintah Jepang yang bernama Hoso Kyoku dihentikan, tepatnya 19 Agustus 1945.

Pada waktu itu, masyarakat Indonesia tidak tahu harus mendapatkan informasi dari mana setelah Indonesia merdeka. Kondisi saat itu semakin tidak karuan karena banyak radio luar negeri yang menyiarkan bahwa tentara Inggris (sekutu) akan menduduki pulau Jawa dan Sumatera.

Hari Radio Nasional 2021: Pentingnya Radio Usai Indonesia Merdeka

Melihat situasi tersebut, banyak orang Indonesia yang sebelumnya aktif di radio saat masa penjajahan Jepang menyadari bahwa radio adalah alat yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia untuk menyebarluaskan informasi, dan dibutuhkan pula oleh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi terkini dan apa saja yang harus mereka lakukan.

BACA JUGA :   Biddokkes Jateng Bersama Unimus Semarang Gelar Vaksinasi Merdeka

Kemudian, sebanyak 8 delegasi Indonesia yang sebelumnya tergabung di radio siaran Hosu Kyoku menggelar pertemuan bersama pemerintah Indonesia di Jakarta, 8 orang tersebut di antaranya adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto, dan Maladi.

Hari Radio Nasional 2021: Pembentukan Radio

Tepat tanggal 11 September 1945 pukul 17.00, 8 orang delegasi berkumpul di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon. Abdulrahman Saleh yang saat itu menjadi ketua delegasi membuat rencana besar, yaitu secepat mungkin membentuk sebuah radio siaran.

BACA JUGA :   Mantan Teller Bank BRI Bobol Rekening Nasabah Hingga Miliyaran Rupiah

Hal ini dikarenakan radio adalah medium komunikasi yang efektif untuk menghubungkan antara pemerintah dan masyarakat. Para delegasi radio yang lain memberi saran kepada pemerintah untuk menuntut Jepang agar delegasi Indonesia dapat menggunakan studio dan pemancar-pemancar radio Hoso Kyoku.

Namun dalam perjalanannya, ada hambatan dalam pembentukan radio. 

Sayangnya, sekretaris negara, dan juga ada menteri-menteri, merasa hal tersebut tidak seharusnya dilakukan karena alat-alat radio milik Jepang sudah terdaftar sebagai barang inventaris Sekutu. Namun, para delegasi Indonesia tetap menginginkan cara tersebut, akhirnya mereka membuat sikap dan perhitungan.

Lalu, di akhir pertemuan tersebut, dapat ditarik beberapa keputusan. Pertama, didirikannya Persatuan Radio Republik Indonesia (RRI) yang akan meneruskan penyiaran dari 8 stasiun di Jawa.

Kedua, mempersembahkan RRI kepada Presiden Sukarno sebagai wadah atau medium komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Ketiga, memberi masukan agar berbagai hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui ketua delegasi, Abdulrachman Saleh.

BACA JUGA :   Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS, Kapolri Yakin Hasilkan SDM Berkualitas

Hari Radio Nasional 2021: Pembentukan RRI Disetujui

Pemerintah Indonesia menyetujui keputusan tersebut dan siap membantu RRI. Terakhir, pada pukul 24.00 WIB, delegasi 8 stasiun radio di pulau Jawa mengadakan rapat, dan menghasilkan kesepakatan yaitu dibentuknya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpin.

Di Hari Radio Nasional ini dapat kita refleksikan bahwa radio kini tidak hanya digunakan sebagai medium komunikasi untuk penyampaian pesan atau informasi saja, tetapi bisa juga menjadi sarana hiburan dengan berbagai program yang ada di dalamnya.

Selamat Hari Radio Nasional 2021! (*)

Source