IKLAN YARA

Taliban Kuasai Afghanistan, Trump Sindir Biden Mempermalukan AS

oleh -56.489 views
Taliban Kuasai Afghanistan, Trump Sindir Biden Mempermalukan AS
Mantan presiden AS Donald Trump
UPDATE CORONA

Washington DC I Realitas  – Dalam sebuah wawancara dengan Sean Hannity, mantan presiden AS Donald Trump menyebut kekacauan di Afghanistan sebagai momen paling memalukan bagi AS.

“Hal ini jadi rasa malu terbesar, saya percaya, dalam sejarah negara kita,” ujar Trump, dilansir New York Post.

Trump menggambarkan kekacauan yang sedang berlangsung di Afghanistan, sebagai penghinaan terburuk dalam sejarah Amerika.

“Adalah hal yang hebat bahwa kami keluar, tetapi tidak ada yang pernah menangani penarikan yang lebih buruk daripada Joe Biden,” kata presiden ke-45 itu kepada “Hannity” Fox News, Selasa (17/8/2021).

BACA JUGA :   Taliban Menyatakan Enggan Menjalin Hubungan dengan Israel

Trump duduk untuk wawancara pertamanya sejak Taliban berbaris ke Kabul pada Minggu (15/8/2021). Taliban akhirnya mencapai klimaks penaklukan selama 96 jam di kota-kota besar Afghanistan dan ibu kota provinsi.

Trump pun terus mengkritik pemerintahan Biden, sembari menyalahkan para pemimpin militer dan politik Afghanistan atas runtuhnya negara dan kekacauan yang dihasilkan.

“Saya tahu pasukan keamanan Afghanistan tidak akan berperang. Saya berkata, mengapa mereka berkelahi? Mengapa tentara Afghanistan ini berperang melawan Taliban?” ujar Trump.

“Dan saya diberitahu beberapa informasi yang sangat buruk oleh banyak orang yang berbeda.”

BACA JUGA :   Jokowi Ajak Semua Negara Atasi Tantangan Global Bersama di PBB

“Faktanya, mereka adalah salah satu prajurit dengan bayaran tertinggi di dunia. Mereka melakukannya untuk mendapatkan gaji, karena begitu kami berhenti, begitu kami pergi, mereka berhenti bertempur,” tambah Trump.

Trump menyebut bahwa AS “membayar mahal” kepada tentara Afghanistan.

“Jadi kami semacam menyuap mereka untuk bertarung, dan bukan itu masalahnya,” ujarnya.

Sebaliknya, Trump berulang kali memuji Taliban sebagai “pejuang yang baik”.

“Anda harus memberi mereka penghargaan untuk itu,” ujarnya. “Saya tidak pernah memiliki banyak kepercayaan, terus terang, di Ghani,” kenang mantan presiden itu.

BACA JUGA :   Jokowi Ajak Semua Negara Atasi Tantangan Global Bersama di PBB

“Saya mengatakan itu secara terbuka dan lugas. Saya pikir dia benar-benar bajingan. Saya pikir dia lolos dari pembunuhan. Dia menghabiskan seluruh waktunya untuk memenangkan senator kita,” tambahnya.

Bawa Segudang Uang Pada Februari 2020, pemerintahan Trump memang mengumumkan perjanjian gencatan senjata dengan Taliban yang menyerukan penarikan semua pasukan tempur AS dari Afghanistan pada 1 Mei tahun ini. Pada Senin (16/8/2021), Biden berpendapat bahwa dirinya terikat oleh perjanjian tersebut. (*)

Sumber:Kps