IKLAN YARA

Prostitusi Online, Libatkan Mucikari dan Ayah Jual Anak Kandungnya

oleh -53.489 views
Prostitusi Online
Keterangan Gambar: Ilustrasi anak kandung di jual kepada pria hidung belang di Kalteng
UPDATE CORONA

Kapuas | Realitas – Prostitusi online masih terjadi di Kalteng, ayah kandung tega menjual putrinya sendiri kepada pria hidung belang melewati mucikari di hotel, kini pelakunya sudah diamankan oleh polisi.

Informasi yang berhasil diperoleh wartawan ini, dikutif dari media Duniaoberita.com dan Bali Express bahwa Kejadian tersebut sontak menjadi sorotan publik yang viral di media social, sehingga banyak yang mengecam dan mengutuk tindakan sang ayah terhadap putrinya ini.

Sebagaimana diketahui bahwa, pria berinisial AS Warga Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini ditangkap Satreskrim Polres Kapuas, karena diduga menjual anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun kepada para pria hidung belang.

“Ayah korban ini sudah 2 tahun terakhir menjual anak kandungnya sendiri.

Anak ini ditawarkan melalui mucikari,” kata Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti didampingi Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang pada jumpa pers di Mapolres Kapuas, Kamis (19/8/2021) lalu.

Selain menangkap ayah korban, petugas juga menangkap seorang mucikari berinisial RD warga Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalteng.

Korban yang masih berstatus pelajar SMP ini, ditawarkan pelaku lewat mucikari berinisial RD warga Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Korban ditawarkan melalui media sosial WhatsApp.

“Jika ada yang memesan, mucikari ini bertemu dengan korban yang diantarkan ayahnya ke hotel,” jelasnya.

Tak tanggung-tanggung praktik prostitusi online yang melibatkan anak kandung ini, telah berlangsung sejak dua tahun. Kedua pelaku ditangkap, Selasa (17/8/2021) lalu sekitar pukul 22.05 WIB di kamar salah satu hotel, wilayah Kota Kuala Kapuas.

Saat diamankan, mucikari dan ayah kandung korban bersama korban berada di kamar hotel menunggu pria hidung belang yang akan datang untuk transaksi bisnis lendir ini.

Korban awalnya mengaku dipaksa oleh sang ayah yang lulusan S2 LC Al Azhar Kairo Mesir, namun kini korban sudah terbiasa melayani nafsu para lelaki hidung belang.

Faktor tersebut diduga akibat kesulitan ekonomi keluarga dimasa pandemi covid-19.

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, uang tunai sebesar Rp550.000, satu unit handphone, satu unit kendaraan dan kunci kamar hotel. [Misnato]