IKLAN YARA

Pelajar di Tangerang Tawuran di Hari Pertama Masuk Sekolah Tatap Muka

oleh -67.489 views
UPDATE CORONA

Tangerang I Realitas  Puluhan pelajar terlibat tawuran di Kota Tangerang, Banten.

Tawuran terjadi setelah sehari para siswa di Tangerang masuk sekolah pembelajaran tatap muka (PTM).

Para  pelajar diamankan polisi pada Senin (30/8/2021) malam di Taman Skateboard, Jalan M Yamin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Diketahui, dari kubu pendatang diamankan sebanyak 34 pelajar dari SMKN 1 Jakarta (Budi Utomo).

Ke-34 pelajar tersebut sudah mengatur rencana akan melawan 36 pelajar gabungan dari beberapa sekolah di Kota Tangerang.

BACA JUGA :   Peringati Hari Lalulintas Ke 66, Kapolda Riau Beri Penghargaan Personel Berprestasi

“Dari hasil interogasi pelajar dari sekolah SMKN 1 Jakarta sebelumnya benar telah melaksanakan sekolah tatap muka dan pulang 11.00 WIB,” papar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, Selasa (31/8/2021).

Untungnya mereka belum sempat adu jotos menyebabkan korban luka.

Sebab, dari penggeledahan para siswa di lokasi, ditemukan delapan senjata tajam yang dibawa oleh lima siswa dari Jakarta dan Kota Tangerang.

BACA JUGA :   Ir H Arse Pane Ketua SBPMP4 Jakarta : Polda Aceh dan Polres Langsa Kita Minta Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah Pengacara H A Muthallib

“Diamankan beberapa senjata tajam total ada delapan senjata tajam. Semuanya jenis celurit,” sambung Deonijiu.

Untuk sementara, pihaknya menahan lima pelajar yang diduga menjadi dalang dari tawuran tersebut.

Kelimanya juga kedapatan jadi lakon yang mendistribusikan senjata tajam.

“Total itu ada 70 pelajar yang kita amankan dari semalam ya, nah lima diantaranya itu masih diamankan di Polsek Benteng karena bawa senjata tajam,” ungkap Deonijiu.

BACA JUGA :   Kunker ke Cilacap, Jokowi Naik Perahu Rakyat Tanpa Pengawalan Ketat

Namun, karena masih di bawah umur, ke-65 pelajar tersebut tidak diancam pidana dan langsung dipulangkan ke orang tuanya masing-masing.

“Di sini kami lakukan pemulangan dan koordinasi sama sekolah, dan guru. Sama orang tua juga datang ke sini untuk komunimasi sama siswanya dan buat pernyataan,” pungkas Deonijiu. (*)

Source:trb