IKLAN YARA

Masyarakat Kota Subulussalam Mengeluhkan Jaringan Internet

oleh -91.489 views
Masyarakat Kota Subulussalam Mengeluhkan Jaringan Internet
Kasman Pinem Ketua Umum HIMSSAKA
UPDATE CORONA

Subulussalam I Realitas – Sekitar sembilan desa dalam Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam mengeluhkan jaringan internet atau sinyal yang sulit didapatkan, sehingga menghambat akses informasi dan komunikasi masyarakat di beberapa desa tersebut, Diantara desa yang mengalaminya yaitu mulai dari desa sibuasan, Dah, Lae mate lama, Mandilam, Tualang, tanah tumbuh, suak Jampak, Geruguh dan Kuala kepeng lama.

Rata-rata desa yang tersebut tinggal di DAS (Daerah aliran sungai) Untuk tersambung dengan internet atau jaringan telepon, mereka harus pergi sekitar belasan kilometer ke daerah kecamatan Rundeng, yang masuk wilayah desa Rundeng dan sekitarnya.

BACA JUGA :   Ditpolairud Polda Aceh Gelar Vaksinasi Merdeka

bahkan warga setempat mengatakan komunikasi pribadinya dengan anak yang mungkin sekolah diluar daerah atau keluarga di luar daerah sering kali terkendala akibat tidak adanya jaringan yang baik.

BACA JUGA :   Kapolda Aceh Kunjungi Dayah di Atim, Minta Ulama Dukung Tugas Polri dan Vaksinasi

Belum lagi urusan layanan masyarakat dan laporan ke instansi pemerintah secara online yang tentu saja mengharuskan adanya koneksi internet. Dan apalagi ditambah ditengah wabah covid-19 mahasiswa yang melakukan perkuliahan secara online sangat membutuhkan jaringan internet.

Kasman Pinem selaku Ketua Umum HIMSSAKA kepada Wartawan, Senin (9/8/2021) berharap agar keluhan masyarakat ini segera dan secepatnya ditangani oleh pihak terkait.

BACA JUGA :   MA Batalkan Vonis MS Aceh yang Bebas Terdakwa Pemerkosa Anak

Saya berharap dan meminta kesediaan pemerintah kota Subulussalam ataupun dinas terkait agar segera dan secepatnya mengatasi permasalahan ini”. ujar kasman

Dan begitu juga dengan adanya Internet dan jaringan yang memungkinkan maka bisa digunakan untuk mengangkat potensi desa, seperti hasil tani, jagung, talas atau umbi-umbian kacang tanah, juga pariwisata, bisa diekspose,” pungkasnya kasman. (yd/rw)