IKLAN YARA

Dua Orang Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dinsos RTLH Doka 2019

oleh -71.489 views
Dua Orang Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dinsos RTLH Doka 2019
UPDATE CORONA

Subulussalam I Realitas – Kejaksaan Negeri (Kejari), kota Subulussalam Mayhardy Indra Putra, S.H, M.H. telah menetapkan kasus dugaan korupsi bantuan sosial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dikutip dalam keterangan persnya Mayhardy Indra Putra, S.H, M.H menetapkan (S), dan (DEP). Selasa (10/08/21), waktu setempat.

S, merupakan mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos), sedangkan (DEP) seorang Konsultan yang membuat RAB dan gambar terseret jadi tersangka kasus dugaan korupsi RTLH tahun 2019.

BACA JUGA :   Mantan Teller Bank BRI Bobol Rekening Nasabah Hingga Miliyaran Rupiah

Bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tersebut bersumber dari DOKA tahun 2019, dengan pagu sebesar Rp 4,8 miliar.

adanya kasus tersebut bermula saat Dinsos Subulussalam menganggarkan kegiatan program Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 250 penerima yang terbagi 15 kelompok dengan pagu keseluruhan Rp 4,8 miliar.

Berlanjut penerima bantuan RTLH per unit sebesar Rp 19,3 juta, dari penerima diwajibkan untuk membayar senilai Rp 1,5 juta dengan alasan administrasi pengurusan kepada (S), mantan kepala Dinsos kota Subulusalam.

BACA JUGA :   KSJ dan YRKI MoU Peningkatan SDM dan Tata Kelola Organisasi

Dalam penyampaian Mayhardy Indra Putra, S.H, M.H, Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 UU RI noor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Disinyalir total bantuan yang diperoleh penerima manfaat berkurang dari pagu awal.

“jumlah bantuan yang diterima oleh manfaat penerima berkurang sebesar Rp 1,5 juta,”sampai Kajari Subulussalam, Mayhardy Putra dikutip dalam keterangannya.

Diperkirakan total kerugian negara sebesar Rp 375 juta berdasarkan hasil perhitungan oleh Inspektorat Kota Subulussalam.

“Untuk Saat ini tersangka baru dua orang. (S), dan (DEP),”ujarnya. (Adi)