IKLAN YARA

2 Bocah Ditemukan di Bangunan Kosong, Kakak Menangis Adik Meninggal

oleh -53.489 views
2 Bocah Ditemukan di Bangunan Kosong, Kakak Menangis Adik Meninggal
UPDATE CORONA

Sumatera Selatan I Realitas – Nasib pilu menimpa dua bocah malang yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Kedua bocah tersebut ditemukan di sebuah bangunan kosong.

Saat ditemukan warga, sang kaka berinisial Ni (5) dalam keadaan menangis.

Sementara kondisi adiknya cukup memprihatinkan karena dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Sang adik yang telah meninggal dunia itu berinisial Nk (2).

Kedua bocah tersebut diduga jadi korban penganiayaan ayah tirinya sebelum ditinggalkan pelaku.

BACA JUGA :   Banjir Meluas ke Beberapa Desa di Luwu Sulsel, 76 Rumah Terendam

Saat ini pelaku yang sudah melarikan diri masih dalam pengejaran polisi.

Kedua bocah malang ini ditemukan di sebuah bangunan kosong di Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Keduanya ditemukan pertama kali oleh pemilik bangunan kosong yakni Rian Mardiansyah.

Diduga kedua bocah itu sengaja ditinggalkan oleh ayah tirinya.

Mengutip dari Sripoku, kejadian bermula pada Kamis (28/8/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA :   Banjir Meluas ke Beberapa Desa di Luwu Sulsel, 76 Rumah Terendam

Saat itu, saksi mendatangi bangunan miliknya hendak mengukur pintu.

Ia melihat dua anak tersebut sudah berada di dalam bangunan.

“Satu menangis dan satu tergeletak dan tidak bernapas lagi,” kata Rian, warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi.

Menurut keterangan kakak korban yang ditemukan menangis, dirinya dan sang adik sempat bersama dengan kedua orangtuanya mengendarai sepeda motor.

Namun, kedua orangtuanya meninggalkan dia dan sang adik di bangunan tersebut.

BACA JUGA :   Banjir Meluas ke Beberapa Desa di Luwu Sulsel, 76 Rumah Terendam

“Kami ditinggalkan bapak ibu di sini (lokasi kejadian),” kata kakak korban.

Sementara itu, Kanit Reskrim Talang Ubi, Ipda Arzuan mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak kepolisian juga telah mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian perkara.

“Terdapat luka memar di beberapa bagian tubuhnya, bahwa korban diduga meninggal karena dianiaya,” kata Arzuan dilansir Sripoku. (*)