Penegak Hukum Apatis Terhadap Calo Berdasi di UMKM Agara

oleh -110.489 views
UMKM

IDUL FITRI

Kutacane I Realitas I Realitas – Aktivis lumbung informasi rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara Kemabli angkat bicara, terkait calon berdasi pada pencarian bantuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tahun 2021 pada Dinas Koperasi, hal itu disampaikan oleh Bupati LIRA. M.Saleh Selian kepada Media Realitas pada Senin (21/06/2021).

Dijelaskannya, pada saat ini sangat disayangkan.”Penegak hukum apatis terhadap calo berdasi di Agara.

Akibat dari pada calo berdasi ini, sempat formulir syarat untuk melakukan pencarian di Bank sempat habis di Dinas Koprasi, sehingga para penerima UMKM yang tidak mempunyai beking sulit untuk mendapatkan formulir tersebut.

BACA JUGA :   LSM Penjara PN : Ada Perbedaan Pendapat Soal Covid-19

Menurut Saleh, kalau mau penyidik menelusuri adanya dugaan calo berdasi ini sangat simple saja, coba telusuri berapa jumlah formulir penarikan setiap harinya yang diserahkan kepada Dinas Koperasi untuk diberikan kepada calon penerima bantuan UMKM, menurut informasi bahwa jumlah formulir setiap harinya diberikan kepada pihak Dinas Koperasi sebanyak 500 formulir, nah kenapa formulir tersebut langka kata Saleh.

Hal yang senada disebut oleh Mulia (45) tahun merupakan warga kecamatan Babussalam kepada media realitas pada Senin (21/06/2021) mengatakan, bahwa saat saya mau mengambil rekomendasi atau formulir dari Dinas, namun kabid yang bersangkutan tidak berada ditempat. Sehingga pencairan dari Bank Aceh tidak ada.

BACA JUGA :   Polisi Bersama Bea Cukai Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

Dijelaskannya, ia merasa heran kenapa pihak hukum terkesan apatis terhadap isu-isu calo. Dewasa ini sudah menjadi isu publik semenjak UMKM tahun 2020 lalu, seolah-olah ada tembok supaya aktor calo sulit tembus oleh aparat hukum singkatnya.

Sementara itu Kabid Koperasi Khairil Anwar saat dikonfirmasi di ruangannya mengatakan, masyarakat tidak paham dalam hal ini, mulai hari ini Senin tanggal 21 Juni formulir tersebut sudah kita serahkan kepada Bank Aceh, mereka akan membaginya nanti, karena selama ini formulir yang kita bagikan kepada masyarakat hampir 30% salah dalam penulisan, sehingga kita mengambil keputusan, formulir itu langsung kita serahkan kepada pihak Bank Aceh sekalian menghindari calo tutupnya (Sumardi).

UPDATE CORONA